PANDEGLANG – Dua kelompok murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terlibat aksi tawuran. Peristiwa ini viral di masyarakat setelah video berdurasi 17 detik beredar luas dan memicu kekhawatiran para orang tua.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah murid yang mengenakan celana olahraga saling baku hantam di pinggir jalan. Beberapa anak terlibat perkelahian, sementara yang lain hanya menonton aksi tersebut.
Warga Cibaliung, Dede Farman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut lokasi tawuran berada di Kampung Citarum, Desa Cibingbin, tepatnya di belakang salah satu sekolah yang siswanya terlibat.
“Lokasi kejadian di Kampung Citarum, Desa Cibingbin. Yang terlibat murid dari SDN Cibingbin 1 dan SDN Cibingbin 2. Kejadiannya hari Selasa (14/4/2026),” ujar Dede, Rabu (15/4/2026).
Ia menduga aksi tersebut terjadi usai jam pulang sekolah dan kemungkinan sudah direncanakan sebelumnya oleh kedua kelompok murid.
“Sepertinya habis pulang sekolah. Orang tua baru mengetahui setelah videonya viral, dan saat dicek ternyata itu anak mereka,” jelasnya.
Dugaan sementara, aksi nekat para murid ini dipicu oleh pengaruh tayangan kekerasan yang sering mereka tonton, sehingga memicu keinginan untuk menirunya.
“Kalau penyebabnya mungkin karena mengikuti tren, tapi tren yang salah. Bisa jadi karena sering melihat video tawuran,” ungkapnya.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Mereka meminta pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, segera turun tangan untuk memberikan edukasi kepada para siswa agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jelas kami sangat khawatir, apalagi mereka masih anak-anak sudah melakukan kekerasan seperti itu. Pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, harus hadir memberikan edukasi agar perbuatan tersebut tidak ditiru,” tegasnya.
Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo
