Beranda Video Video Warga Pandeglang Lestarikan Kesenian Tabuh Lisung

Video Warga Pandeglang Lestarikan Kesenian Tabuh Lisung

508
0
Ibu-ibu di Pandeglang bermain tabuh lisung. (Memed/bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Tabuh Lisung sebuah kesenian khas masyarakat di pedesaan yang saat ini mulai jarang dijumpai. Saat ini, Tabuh Lisung baru bisa dijumpai pada acara tertentu seperti pernikahan, khitanan atau acara-acara tertentu.

Lisung sendiri adalah alat tradisional yang terbuat dari kayu umumnya memiliki panjang 2 meter, lebar 0,5 dan kedalaman 40 centimeter. Pada zaman dahulu lisung digunakan oleh masyarakat untuk menumbuk padi atau tepung karena pada saat itu belum ada mesin canggih seperti sekarang.

Kesenian ini umumnya dimainkan oleh 8 orang pemain yang terdiri dari Indungan (pemimpin) 1 orang yang bertugas mengarahkan nada dari penabuh lain, penabuh kiri sebanyak 3 orang, penabuh kanan sebanyak 3 orang dan penabuh belakang sebanyak 1 orang.



Sedangkan untuk ketukan atau nada yang dimainkan, pemimpin dan penabuh belakang akan menabuh/memukul sebanyak 1 kali, penabuh kiri memukul sebanyak 2 kali dan penabuh kanan memukul sebanyak 3 kali.

Salah satu kampung yang masih melestarikan kesenian ini yakni Kampung Babakan Nangka, Desa Kadudampit, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

(Med/Red)