PANDEGLANG – Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pandeglang, MM. Fuhaira Amin, berencana memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat terkait dugaan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan RSUD Berkah Pandeglang yang ramai diperbincangkan di media sosial karena konten TikTok yang diduga berkaitan dengan orientasi seksual sesama jenis.
Perbincangan itu muncul setelah sebuah akun TikTok mengunggah video yang memperlihatkan ASN berinisial S bersama seorang pria. Konten tersebut kemudian memicu berbagai reaksi publik.
Fuhaira mengaku prihatin dengan polemik yang berkembang. Menurutnya, Pandeglang yang dikenal sebagai Kota Santri harus menjaga nilai moral dan etika.
“Kita kan Kota Santri yang religius, harus mencerminkan norma dan moralitas yang baik. Jadi hal itu kami dari DPRD juga prihatin,” kata Fuhaira, Rabu (8/7/2026).
Meski begitu, Fuhaira meminta semua pihak tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Ia mendesak BKPSDM dan Inspektorat segera memeriksa dugaan tersebut agar tidak memunculkan spekulasi.
“Ini kan masih praduga tak bersalah, jadi BKPSDM dan Inspektorat harus segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan,” ujarnya.
Fuhaira memastikan, DPRD akan memanggil Kepala BKPSDM dan Inspektorat dalam waktu dekat untuk meminta penjelasan mengenai tindak lanjut kasus tersebut.
“Nanti saya panggil Pak Didin selaku Kepala BKPSDM bersama Inspektorat. Mereka harus cepat menindaklanjuti persoalan ini. Jangan sampai berlarut-larut sehingga asumsi berkembang liar,” tegasnya.
Menurut Fuhaira, pemerintah harus memproses setiap dugaan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan berdasarkan opini publik.
“Kalau terbukti melanggar aturan atau hukum, proses sesuai ketentuan. Kalau tidak terbukti, sampaikan juga kepada masyarakat agar tidak muncul spekulasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN di Kabupaten Pandeglang untuk menjaga etika, sikap, dan perilaku, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menggunakan media sosial.
“ASN harus menjaga sopan santun dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Apalagi pejabat, jangan sampai menampilkan hal-hal yang tidak pantas di ruang publik,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan ASN berinisial S bersama seorang pria beredar di TikTok dan memicu perbincangan luas di media sosial. Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan resmi yang memastikan kebenaran dugaan tersebut.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
