TANGSEL — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menyoroti tingginya kasus HIV/AIDS yang masih didominasi kelompok usia produktif.
Pemkot Tangsel kini memperkuat edukasi masyarakat, layanan kesehatan, serta kampanye penghapusan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Berdasarkan validasi dan pembaruan Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) periode 2023 hingga November 2025, Kota Tangerang Selatan mencatat 2.349 kasus HIV/AIDS. Jumlah itu terdiri dari 1.714 kasus HIV dan 635 kasus AIDS.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 1.773 orang atau sekitar 75 persen sudah menjalani pengobatan standar di fasilitas layanan kesehatan.
Kelompok usia 25 hingga 49 tahun menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan 1.779 kasus. Sementara kelompok usia 15 hingga 24 tahun mencatat 300 kasus, termasuk remaja. Bahkan, tercatat pula 24 kasus pada anak-anak.
Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mendominasi dengan persentase sekitar 82 persen, sedangkan perempuan sekitar 19 persen.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat agar pencegahan dan penanganan berjalan efektif.
“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” kata Benyamin, Senin (11/5/2026).
Ia menilai HIV/AIDS bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut edukasi, kesadaran publik, dan dukungan sosial terhadap ODHA.
Karena itu, Pemkot Tangsel terus memperkuat layanan pemeriksaan HIV, konseling, hingga pendampingan melalui fasilitas kesehatan.
Pemkot juga memfokuskan edukasi kepada kelompok usia produktif dan generasi muda untuk meningkatkan pemahaman soal pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya pola hidup sehat.
Benyamin meminta masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Menurut dia, ODHA tetap berhak mendapatkan dukungan sosial dan akses layanan kesehatan yang layak.
“Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan secara optimal,” ujarnya.
Pemkot Tangsel juga menggandeng komunitas, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan untuk memperluas kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.
“Kolaborasi penting untuk membangun lingkungan yang lebih peduli dan inklusif,” pungkasnya.
Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
