Beranda Info Warga Usai Kehilangan Motor, Mahasiswa UIN Banten Dapat Pajero Dakkar

Usai Kehilangan Motor, Mahasiswa UIN Banten Dapat Pajero Dakkar

46417
0
Setiawan Jodi Fakhar, mahasiswa semester 6 Fakultas Syariah Jurusan Hubungan Tata Negara di UIN Banten. (Ade/Bantennews)

SERANG – Setiawan Jodi Fakhar, mahasiswa semester 6 Fakultas Syariah Jurusan Hubungan Tata Negara di UIN Banten cuma bisa terharu atas rencana Tuhan. Pemuda kampung itu tak pernah bermimpi mendapatkan mobil Pajero Dakkar 4×2 usai memenangkan undian dari salah satu market place ternama di Indonesia.

Jodi, pria kelahiran Menes, Pandeglang ini tak menyangka kalau ia memenangkan undian mobil Sport seharga sekitar 500 Juta rupiah tersebut.

Banyak teman sejawatnya tak mempercayainya ketika ia mendapatkan pemberitahuan telah meraih undian mobil. Bahkan semua ia pun ragu, karena menyangka informasi penipuan. Namun setelah ia mendapat panggilan telepon khusus dari pegawai market place tersebut. Ia mulai yakin bahwa undian mobil Pajero itu rezeki yang mampir kepadanya.







“Saat itu saya juga kaget, ketika ditelepon untuk datang ke Jakarta untuk mengambil mobil itu. Karena pegawai tadi butuh dokumentasinya,” ujarnya saat ditemui di Ciloang, Rumah Dunia, Kota Serang, Senin (10/8/2020).

Jodi, yang juga relawan Rumah Dunia, mengakui kejadian tersebut merupakan hikmah Ramadan, usai ia mengikhlaskan motor yang dipakai untuk aktivitas pergi ke kampus bersama kakak kandungnya hilang di tempat kos belakang kampus Universitas Bina Bangsa, Kota Serang. Padahal motor tersebut merupakan hasil jerih payah ibunya di kampung.

“Perasaan saya berkecamuk usai dengar kalau motor ibunya raib. Dan saya nggak tahu harus bilang apa ke ibu saya,” ujarnya.

Motor Honda Vario yang hilang itu merupakan jerih payah sang ibu yang membeli tahun 2018 senilai Rp22.000.000. Duit untuk pembelian motor diakui Jodi dari pinjaman Bank menggunakan Surat Keputusan (SK) kerja pegawai tetap sebagai agunan kredit. Harta semata wayang yang setiap hari dipakai pergi ngantor ke Puskesmas tempat bekerja sang ibu.

Pada siang yang naas itu ia mendapat kabar, “Jod, motor ibu hilang!” katanya dari sambungan telpon. “Saya tak bisa jawab. Benar saja motor ibu hilang,” kenangnya.

Berbagai cara dilakukan agar motor itu kembali. Tapi, hatinya mulai mengikhlaskan. Setelah selesai salat, lalu, ibunya menelponnya.

“Iya Bu. Ikhlaskan saja. Nanti gantinya bakal lebih besar dari itu. Asalkan kita mengikhlaskannya. Semoga gantinya mobil Pajero Sport,” ujar Jodi menjawab telepon ibunya dengan ceplas-ceplos untuk menghibur diri.

Dalam hati kecilnya, ia mengaku sedih melihat kondisi ibunya yang biasanya naik motor sendiri kini harus bersusah payah menuju tempat kerja.

“Tepatnya pada 21 Mei 2019, Allah mendengar keluh kesah hambanya. Ia mengirim Pajero Dakkar 4×2 undian dari salah satu toko online. Alhamdulillah, kini mobilnya kami jual dan dibelikan rumah di piggir jalan untuk usaha. Tak lupa, karena dari rezeki itu ada hak-hak orang lain. Kami sedekahkan kepada fakir miskin dan anak yatim sebesar Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) karena memang pada bulan itu tepat di bulan suci Ramadan,” ucapnya. (Dhe/Red)