Beranda Bisnis Usaha Super Mikro di Cilegon Rentan Gulung Tikar, Ini Penyebabnya

Usaha Super Mikro di Cilegon Rentan Gulung Tikar, Ini Penyebabnya

Pameran UMKM pada Festival Bakso di Cilegon Central Mall (CCM). (Maulana/bantennews)

CILEGON – Usaha super mikro atau ultra mikro menjadi jenis usaha yang paling rentan mengalami kebangkrutan di Kota Cilegon. Meski berada di tengah kota industri, usaha kecil itu mudah terpinggirkan.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon, Didin S Maulana saat ditanyai terkait pelaksanaan program 5.000 wirausaha baru yang menjadi salah satu dari 17 program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Robinsar-Fajar Hadi Prabowo.

Ia mengatakan, usaha super atau ultra mikro seperti warung-warung kecil itu menjadi rentan gulung tikar lantaran benar-benar diperuntukkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sedangkan modalnya cenderung kecil.

“Usaha super mikro atau ultra mikro. Itu yang paling rentan karena modalnya kepake untuk kebutuhan lainnya,” ucap Didin, Selasa (6/1/2026) lalu.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui UPT Penyaluran Dana Bergulirnya (UPT) menyediakan bantuan pinjaman dana kepada masyarakat yang hendak berwirausaha. Modal diberikan hingga Rp3 juta, dengan rata-rata sebesar Rp1,5 juta tanpa bunga.

Dengan modal yang cenderung kecil itu, Didin mengakui, tak jarang angsuran dari para peminjam itu macet lantaran modalnya habis untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga usahanya tak lagi berjalan.

Untuk terus mendorong para peminjam dana itu agar tetap bisa membayar angsuran rutin itu, Dinas Koperasi dan UKM Cilegon memberikan pendampingan, bahkan tak jarang kembali memberikan modal tambahan untuk menyokong usaha peminjam kembali beroperasi.

“Kita punya pegawai pendamping di setiap kelurahan agar dia tetap berusaha, bantu pemasarannya. Kalau sudah puluhan tahun mungkin ada pemutihan (kalau gak bayar angsuran) dan kalau misal sudah benar-benar miskin, tidak mampu bayar lagi,” tutupnya.

Penulis: Maulana
Editor : TB Ahmad Fauzi