SERANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banten dalam beberapa hari terakhir, memicu rangkaian bencana hidrometeorologi.
Hingga Senin (12/1/2026) hari ini, bencana terjadi di sejumlah kabupaten dan kota, dengan banjir menjadi kejadian paling dominan.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin memaparkan, berdasarkan data sementara secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi dilaporkan terjadi di puluhan titik lokasi yang tersebar di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon.
Jenis bencana yang tercatat meliputi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem berupa angin kencang dan pohon tumbang.
“Itu akan masih terus update dan akan berakhir sampai ritme hujan yang lebat ini berhenti,” kata Lutfi saat dihubungi.
Data yang diterima BPBD Banten merupakan limpahan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) di tiap wilayah. Dari data terbaru, sedikitnya 747 kepala keluarga (KK) terdampak langsung dari rangkaian bencana tersebut.
Jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 2.370 jiwa, dengan ratusan rumah mengalami genangan, kerusakan ringan hingga sedang, serta sejumlah fasilitas umum dan akses jalan ikut terdampak .
Banjir tercatat melanda kawasan permukiman, jalan utama, jembatan penghubung antarwilayah, hingga area perkantoran dan pondok pesantren. Ketinggian air bervariasi, mulai dari terendah sekitar 5 sentimeter di wilayah permukiman Kabupaten Serang hingga tertinggi mencapai sekitar 105 sentimeter di Kecamatan Curug, Kota Serang.
Di sejumlah titik lain, genangan berada pada kisaran 20–80 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sebagian akses jalan tidak dapat dilalui.
“Menurut BMKG, Senin sama Selasa (besok) hujan masih tinggi juga,” ucapnya.
Rincian wilayah yang terdampak yakni:
Kabupaten Lebak
Wilayah terdampak di Kecamatan Malingping, Panggarangan, Rangkasbitung, Banjarsari, Cikulur, dan Wanasalam.
Kota Serang
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, dan Walantaka.
Kabupaten Serang
Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Padarincang, Cinangka, dan Gunungsari.
Kabupaten Pandeglang
Bencana banjir tercatat di Kecamatan Pabuaran, Baros, Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, dan Pagelaran.
Kota Tangerang
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Benda, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas.
Kota Tangerang Selatan
Bencana hidrometeorologi tercatat di Kecamatan Serpong.
Kabupaten Tangerang
Dampak banjir dan cuaca ekstrem dilaporkan di Kecamatan Mauk, Pakuhaji, Kosambi, Pasar Kemis, Sukamulya, dan Teluknaga.
Kota Cilegon
Wilayah terdampak berada di Kecamatan Cibeber dan Merak
Sementara, Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhonny E. Wanggai mengatakan, banjir dan pohon tumbang, pergerakan tanah di Kabupaten Serang terjadi di beberapa kecamatan, yaitu, Padarincang, Cinangka, Anyer, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Mancak dan Cikeusal.
“Ada 14 desa di sembilan kecamatan yang terdampak banjir, longsor, pohon tumbang dan pergerakan tanah,” kata Jhonny.
Ia mengungkapkan sebanyak 7.686 dari 2.175 KK terdampak bencana hidrometrologi. Jhonny juga memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana yang terjadi di Kabupaten Serang.
Penulis : A Kusuma/Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
