Beranda Kampus Untirta Wajibkan 1.200 Dosen Kuasai AI, Gemini dan NotebookLM Jadi Andalan

Untirta Wajibkan 1.200 Dosen Kuasai AI, Gemini dan NotebookLM Jadi Andalan

Rektor Untirta Fatah Sulaiman foro bersama usai pelatihan kompetensi dosen. (Istimewa)

SERANG — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mempercepat transformasi digital dengan membekali 1.200 dosen kemampuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Seluruh pengajar itu wajib mengikuti pelatihan pemanfaatan Gemini dan NotebookLM untuk memperkuat pembelajaran, riset, dan layanan akademik.

Untirta menggelar pelatihan tersebut di Auditorium Untirta, Kampus Sindangsari, Rabu (26/8/2026). Kampus menggandeng Google Indonesia untuk memperluas penguasaan teknologi AI di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, jajaran wakil rektor, tim Google Indonesia, dosen, dan tenaga kependidikan menghadiri kegiatan tersebut.

Area Manager Google for Education wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, Bambang Marsudi, menegaskan AI kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi dipinggirkan dari dunia pendidikan.

“Pemanfaatan AI pada saat ini bukan lagi salah satu hal yang memang dikesampingkan Bapak dan Ibu,” kata Bambang.

Menurut Bambang, dosen perlu memahami dan menguasai perangkat AI, khususnya Gemini dan NotebookLM. Teknologi itu tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga dapat mempercepat dan mempermudah kegiatan riset.

“Kita berharap penerapan Artificial Intelligence di dalam perguruan tinggi ini akan juga membantu mempermudah riset Bapak dan Ibu,” ujarnya.

Google Indonesia juga mendukung rencana Untirta membangun laboratorium AI. Untirta akan memanfaatkan fasilitas itu untuk mendukung pembelajaran, penelitian, aktivitas mahasiswa, hingga pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Selain Gemini dan NotebookLM, Google memperkenalkan sejumlah program bagi sivitas akademika Untirta, seperti Gemini Academy, Gemini Certified Faculty, webinar Edu on Air, dan Google Faculty Group.

Bambang menegaskan Google menanggung seluruh biaya pelatihan tersebut. Untirta tidak mengeluarkan anggaran untuk pelaksanaan program.

“Ini fully funded dari Google. Jadi enggak ada sama sekali biaya yang dikeluarkan dari pihak kampus,” katanya.

Baca Juga :  Incar Status Unggul, UNSERA Pertahankan Akreditasi “Baik Sekali"

Untirta tidak hanya membidik dosen. Kampus itu juga menyiapkan pengembangan pelatihan AI bagi mahasiswa agar pemanfaatan teknologi tersebut menjangkau seluruh lingkungan akademik.

Rektor Untirta Fatah Sulaiman menilai kerja sama dengan Google Indonesia menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Menurut dia, Untirta harus memanfaatkan AI secara nyata, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

“Kita akan mendapatkan pengayaan informasi bagaimana pemanfaatan artificial intelligence untuk penguatan kualitas layanan perguruan tinggi. Bukan hanya untuk pembelajaran tapi juga untuk riset,” kata Fatah.

Untirta, lanjut Fatah, juga serius menyiapkan laboratorium AI dengan dukungan Google Indonesia. Laboratorium itu akan menjadi pusat pengembangan berbagai produk intelektual untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan penelitian.

“Insyaallah institusi Untirta akan juga menyiapkan laboratorium AI yang akan disupport oleh Google Indonesia,” ujarnya.

Fatah meminta jajaran kampus menyiapkan laboratorium tersebut secara maksimal dan melengkapinya dengan fasilitas yang memadai. Ia ingin Untirta memiliki ruang pengembangan AI yang benar-benar menghasilkan karya dan inovasi.

“Laboratorium AI-nya yang bisa nanti untuk memproduksi berbagai ragam produk-produk intelektual, baik tugas-tugas pembelajaran maupun riset, bisa disiapkan dari laboratorium AI yang kita miliki dengan kelengkapannya,” tuturnya.

Di sisi lain, Untirta telah menyiapkan aturan etika dan penggunaan AI generatif dalam kegiatan akademik. Kampus menerbitkan regulasi itu untuk menjaga integritas akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Fatah menegaskan Untirta tidak akan membiarkan AI berjalan tanpa aturan. Kampus harus menjadikan AI sebagai alat untuk memperkuat pendidikan tinggi, memperluas inovasi dan kreativitas, serta meningkatkan kualitas layanan tanpa mengorbankan integritas akademik.

“Ini harus diatur sebagai tools untuk penguatan proses pendidikan tinggi yang lebih efisien, memberikan akses inovasi dan kreativitas serta kualitas layanan tinggi yang berintegritas,” tegasnya.

Baca Juga :  Sandiaga Dorong Mahasiswa FEB Untirta Jadi Entrepreneur

Untirta menandatangani regulasi penggunaan AI tersebut bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Kebijakan itu memperkuat komitmen kampus dalam mendorong pemanfaatan AI secara produktif, etis, inovatif, dan bertanggung jawab.

Melalui kewajiban pelatihan bagi 1.200 dosen, Untirta menargetkan penguasaan AI tidak berhenti pada pemahaman teknologi. Kampus ingin para dosen menerapkan Gemini, NotebookLM, dan teknologi AI lainnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat riset, serta mendorong layanan akademik yang lebih cepat dan inovatif.***