SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Reguler Gelombang I, KKN Kemanusiaan, serta KKM Bilateral Tahun 2026. Pelepasan digelar di Auditorium Utama Untirta Kampus Sindangsari, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Rektor Untirta Fatah Sulaiman, Kepala LPPM Untirta Meutia, Staf Ahli Pemerintahan, Politik, dan Hukum Setda Provinsi Banten Zaenal Mutaqin, serta ratusan mahasiswa peserta yang berasal dari Untirta, Universitas Lampung (Unila), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Pelepasan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa yang akan terjun langsung ke tengah masyarakat.
Melalui program KKM, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan akademik, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan di daerah penugasan.
Kepala LPPM Untirta Meutia mengungkapkan, pada tahun ini Untirta mengirimkan lima mahasiswa terpilih untuk mengikuti KKN Kemanusiaan Kebencanaan ke Aceh.
Para mahasiswa tersebut diseleksi melalui kerja sama lintas perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UPN, Universitas Samudra, Universitas Malikussaleh, dan Universitas Syiah Kuala (USK).
“Proses seleksi dilakukan untuk menjaring 100 mahasiswa terbaik yang akan terlibat langsung dalam penanganan kebencanaan. Selain itu, LPPM juga merancang agar program KKM ini berkelanjutan dengan menyiapkan 50 desa mitra yang dapat diajukan dalam skema hibah,” jelas Meutia.
Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater dan perilaku selama menjalankan pengabdian.
Sementara itu, Staf Ahli Setda Provinsi Banten Zaenal Mutaqin menyampaikan, apresiasi atas kontribusi dunia akademik dalam mendukung penanganan kebencanaan di Banten, khususnya pascabanjir yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Atas nama Gubernur dan Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para akademisi dan mahasiswa. Dengan kolaborasi semua pihak, mulai dari perguruan tinggi, masyarakat, hingga pemerintah, kami optimistis persoalan kebencanaan dapat ditangani dengan baik,” ujarnya.
Rektor Untirta, Fatah Sulaiman menegaskan KKM bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana strategis dalam pembentukan karakter, empati, serta tanggung jawab sosial mahasiswa.
Khusus pada KKN Kemanusiaan dan KKM Bilateral, mahasiswa didorong memiliki kepekaan terhadap isu kemanusiaan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas wilayah dan budaya.
“Mari kita ciptakan Untirta sebagai kampus yang healthy, integrated, smart, and green, serta unggul dan berdaya saing internasional. Saat ini Untirta berada di peringkat 87 dunia dari 120 negara dalam kriteria kampus berkelanjutan, dan peringkat 15 nasional. Target kita tahun depan masuk lima besar nasional. Yang terpenting adalah implementasinya,” ujarnya.
Dengan pelepasan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan sekaligus duta kampus yang membawa nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
