SERANG — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali memperkuat barisan akademiknya dengan mengukuhkan empat guru besar dalam Sidang Terbuka Senat Universitas di Auditorium Kampus Sindangsari, Senin (20/4/2026).
Momentum ini menegaskan peran Untirta dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sidang yang berlangsung khidmat itu dihadiri Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman beserta jajaran pimpinan, serta dibuka Ketua Senat Prof. Dr. Rudi Zulfikar. Sejumlah tokoh daerah dan tamu undangan turut menyaksikan pengukuhan tersebut.
Empat akademisi yang resmi menyandang gelar guru besar yakni Prof. Helmi Yazid (bidang pengauditan), Prof. Indra Suhendra (ekonomi pembangunan), Prof. Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa (pembelajaran matematika tingkat lanjut), dan Prof. Lovely Lady (ergonomi serta keselamatan dan kesehatan kerja).
Fatah menegaskan, gelar guru besar bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan tanggung jawab besar untuk melahirkan gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat.
“Guru besar harus menghadirkan karya intelektual yang berdampak langsung, bukan hanya di ruang akademik tetapi juga di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam orasi ilmiah, masing-masing profesor menyoroti isu strategis sesuai bidangnya. Prof. Helmi Yazid menekankan transformasi audit di era digital yang kini bergeser dari sekadar evaluasi masa lalu menjadi sistem prediktif dan preventif.
Sementara itu, Prof. Indra Suhendra menggarisbawahi peran ekonomi digital sebagai mesin baru pertumbuhan yang mampu memperluas akses pasar dan mendorong ekonomi inklusif.
Di bidang pendidikan, Prof. Cecep menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pembelajaran matematika agar tidak hanya fokus pada penyelesaian soal, tetapi juga membangun nalar dan pemahaman mendalam mahasiswa.
Sedangkan Prof. Lovely Lady mengungkap risiko paparan getaran terhadap kondisi fisiologis pekerja yang dapat menurunkan kesiapan kerja dan meningkatkan potensi kecelakaan, sekaligus menegaskan urgensi penerapan ergonomi.
Dengan penambahan ini, jumlah guru besar Untirta kini mencapai 56 orang. Capaian tersebut memperkuat posisi Untirta sebagai pusat pengembangan ilmu, riset, dan inovasi yang berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.***
