SERANG– Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS Kota Cilegon dan sejumlah perguruan tinggi di Banten, termasuk Untirta, yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Cilegon, Senin (9/2/2026).
Penandatanganan kerja sama ini dihadiri langsung Ketua BAZNAS Kota Cilegon Fajri Ali beserta jajaran pimpinan, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untirta Agus Sjafari bersama jajaran.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali, mengapresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang telah menjalin kemitraan, khususnya Untirta sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Banten. Ia mengakui capaian penghimpunan dana zakat hingga 2025 masih relatif terbatas, namun seluruh dana yang terkumpul telah disalurkan secara optimal ke berbagai program sosial dan pendidikan.
“Fokus utama kami saat ini adalah program beasiswa mahasiswa, karena mereka adalah calon penerus bangsa. Melalui program SKSS ini, Baznas berkomitmen memberikan pendampingan, pembiayaan pendidikan, serta pembinaan berkelanjutan melalui pertemuan rutin,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BAZNAS, Isomudin, menjelaskan secara transparan mekanisme seleksi penerima beasiswa SKSS. Ia menegaskan proses penetapan dilakukan melalui survei lapangan, monitoring, dan rapat pimpinan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Banyak calon penerima yang dinyatakan gugur atau ditunda karena sejumlah faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga yang dinilai mampu, sudah ada anggota keluarga yang sarjana, semester kuliah yang terlalu tinggi, status kuliah karyawan, hingga ketidakjelasan data,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untirta Agus Sjafari mengapresiasi proses seleksi yang ketat dan profesional. Ia menyebutkan dari seluruh pengajuan yang dilakukan, akhirnya ditetapkan sembilan mahasiswa Untirta sebagai penerima beasiswa SKSS yang benar-benar memenuhi kriteria.
“Alhamdulillah, prosesnya berjalan panjang dan objektif, mulai dari tingkat awal hingga nasional. Tidak ada kendala maupun pengembalian dari penerima sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan jumlah penerima dan besaran bantuan beasiswa dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Untirta mengusulkan agar mahasiswa penerima beasiswa SKSS dapat diberdayakan, seperti melalui program magang atau menjadi relawan Baznas.
“Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga berkontribusi langsung kepada masyarakat dan Baznas, sehingga dampaknya lebih nyata,” ujarnya.
Tim Redaksi
