
SERANG — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bekerja sama dengan PT Pegadaian menggelar kegiatan GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di The Gade Creative Lounge, Gedung UPA Perpustakaan Untirta, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan sivitas akademika.
Hadir dalam kesempatan ini Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Asep Ridwan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Agus Sjafari, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Alfirano, serta para tamu undangan lainnya.
Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PT Pegadaian atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan literasi keuangan, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia menilai kehadiran Pegadaian tidak hanya membantu masyarakat dalam kebutuhan pembiayaan, tetapi juga berperan dalam edukasi pengelolaan keuangan.
“Melalui kegiatan ini, kita mendapatkan wawasan bagaimana mengelola keuangan secara cerdas. Pegadaian juga menunjukkan bahwa layanannya tidak hanya untuk masyarakat yang membutuhkan dana kecil, tetapi juga menjangkau berbagai lapisan, termasuk kalangan menengah hingga korporasi,” ujarnya.
Rektor juga mengungkapkan bahwa keuntungan besar yang diraih Pegadaian menjadi bukti kinerja perusahaan yang baik dan berdampak pada luasnya penyaluran program CSR. Ia berharap kolaborasi antara Untirta dan Pegadaian dapat terus diperkuat, termasuk kemungkinan menghadirkan layanan Pegadaian lebih dekat dengan lingkungan kampus.
Sementara itu, Senior Vice President PT Pegadaian Area Tangerang Agus Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan GENCARKAN merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial yang tepat.
“Pegadaian saat ini memiliki tiga lini bisnis utama, yaitu gadai tradisional, pembiayaan mikro, dan bisnis bullion atau bank emas. Bahkan, kini Pegadaian telah berkembang melayani tidak hanya masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga menengah atas hingga korporasi,” jelasnya.
Agus menambahkan, bisnis emas menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap keuntungan perusahaan, seiring tren kenaikan harga emas. Meski demikian, Pegadaian tetap berkomitmen menjaga inklusi keuangan dengan terus melayani masyarakat kecil, termasuk pinjaman dengan nominal terbatas yang masih sangat dibutuhkan, terutama di daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pegadaian telah mulai melakukan ekspansi internasional, termasuk membuka kembali layanan di Timor-Leste serta menjalin kerja sama pembiayaan dengan lembaga keuangan luar negeri. **