Beranda Kampus Untirta dan ISLI Dorong Penguatan Logistik Maritim

Untirta dan ISLI Dorong Penguatan Logistik Maritim

Rektor Untirta Fatah Sulaiman foto bersama Ketua Umum ISLI Bertha Maya Sopha Terkait Kerjasama UNITRTA dan ISLI di gedung rektorat Untirta. (Istimewa)

SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia (ISLI) mendorong penguatan sistem logistik maritim Indonesia melalui kolaborasi akademisi, pemerintah, dan industri.

Keduanya menggelar Seminar Nasional ISLI 2026 di Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten, Rabu–Kamis (28–29 Oktober 2026).

Seminar bertema Resilient Maritime Logistics for a Sustainable Future dengan semangat “Kolaborasi, Inovasi, Berdampak” itu membahas strategi meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan logistik nasional.

Forum ini juga mempertemukan pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan pelaku industri. Tantangannya tidak ringan, mulai dari kesiapan infrastruktur, kelancaran distribusi antardaerah, hingga gangguan cuaca yang memengaruhi transportasi laut.

Rektor Untirta, Fatah Sulaiman menilai, Banten memiliki modal besar untuk memperkuat logistik maritim nasional. Keberadaan pelabuhan, kawasan industri, dan posisi strategis dalam jalur distribusi barang menjadi peluang yang perlu pemerintah dan industri optimalkan.

“Banten memiliki potensi sebagai provinsi dengan fasilitas maritim yang besar dan pengalaman sebagai kawasan pelabuhan internasional. Kami mencoba mengangkat kembali potensi itu agar bisa berkontribusi terhadap revitalisasi sistem logistik nasional,” kata Fatah.

Ia menegaskan, seminar tidak boleh berhenti pada diskusi akademik. Para peserta perlu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam memperbaiki tata kelola transportasi serta logistik.

Menurut Fatah, kelancaran rantai pasok berpengaruh langsung terhadap perdagangan, aktivitas ekonomi, dan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Karena itu, penguatan logistik maritim harus mampu menjawab persoalan distribusi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

“Harapannya, rekomendasi ini bisa memberikan kontribusi bagi penguatan sistem logistik yang lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan sehingga mampu mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Gebrakan Global: Kolaborasi Lintas Negara Edukasi Petani Soal Dampak Perubahan Iklim dan Heatstroke

Fatah juga menyoroti jalur logistik yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Jalur ini memegang peran penting dalam pergerakan barang dan jasa, tetapi menghadapi risiko gangguan ketika gelombang tinggi dan cuaca buruk menghambat pelayaran.

Ia mendorong kajian lintas disiplin untuk mencari solusi yang mampu meningkatkan keandalan transportasi laut dan menjaga kelancaran distribusi barang.

Untirta, kata Fatah, telah mengembangkan pusat riset transportasi dan logistik yang melibatkan dosen dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teknik industri.

Kampus tersebut juga menjalin kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Krakatau Bandar Samudera untuk mendukung penelitian yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Perwakilan Dewan Pembina ISLI, Asep Ridwan mengatakan, seminar nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penelitian dan pengembangan ilmu logistik di Indonesia.

ISLI menghimpun ahli, profesor, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dengan kepakaran di bidang rantai pasok. Kajian mereka mencakup logistik maritim, ketahanan pangan, halal supply chain, rantai pasok berkelanjutan, hingga digital supply chain yang memanfaatkan teknologi terkini.

“Di ISLI, kami mengedepankan kajian-kajian dari para ahli di seluruh Indonesia. Ada kajian tentang logistik maritim, ketahanan pangan, halal supply chain, keberlanjutan lingkungan, sampai digital supply chain,” kata Asep.

Ia menegaskan, kerja sama ISLI dan Untirta harus menghasilkan kegiatan nyata, bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Kedua pihak dapat mengembangkan penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, penyelarasan kurikulum, dan rekomendasi kebijakan di bidang logistik. Kolaborasi tersebut juga berpeluang memperkuat pendidikan tinggi agar sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Asep menilai, Untirta memiliki peluang besar untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan logistik maritim. Posisi Banten yang memiliki kawasan industri, pelabuhan, dan jalur distribusi strategis dapat menjadi basis penelitian yang aplikatif.

Baca Juga :  Polres Serang Amankan 11 Pelajar yang Terlibat Tawuran

Hasil penelitian dan praktik baik dari kolaborasi tersebut juga perlu dipublikasikan secara luas agar memberi kontribusi bagi perkembangan ilmu logistik di tingkat nasional maupun internasional.

Seminar Nasional ISLI 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Tantangan berikutnya terletak pada penerapan hasil kajian untuk memperbaiki infrastruktur, meningkatkan keandalan transportasi, serta membangun rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan.***