SERANG – Kampanye Indonesia Asri, inisiatif edukasi lingkungan dari , menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menghadirkan program Jejak Asri On The Move. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta partisipasi generasi muda dalam penerapan pemilahan sampah sebagai bagian dari budaya keberlanjutan di lingkungan kampus.
Mengusung tema “Kolaborasi Ekonomi Sirkular untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Jejak Asri yang dirancang sebagai ruang partisipatif bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui ide, inovasi, hingga aksi nyata dalam pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Program Jejak Asri On The Move hadir melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif secara langsung di lingkungan kampus. Bersama BEM UNTIRTA, kegiatan ini juga mendukung komitmen kampus dalam mengimplementasikan konsep Green Campus melalui penyediaan fasilitas pemilahan sampah dan penguatan budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UNTIRTA, Deden Hery Hermawan, mengatakan sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia, UNTIRTA terus berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan akademik maupun operasional kampus.
“Kami meyakini perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kolaborasi dengan Chandra Asri Group menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya keberlanjutan dan mendorong mahasiswa terlibat aktif menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitarnya,” ujar Deden, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menegaskan persoalan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, industri, komunitas hingga generasi muda.
“Melalui Jejak Asri, kami ingin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan mengambil peran sebagai agen perubahan dalam mendorong ekonomi sirkular serta praktik keberlanjutan di kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Konservasi Alam UNTIRTA, Suroso Mukti Leksono, mengungkapkan komitmen UNTIRTA terhadap keberlanjutan tercermin dari berbagai program Green Campus yang telah dijalankan.
“UNTIRTA saat ini menempati peringkat ke-15 nasional dan ke-87 dunia dalam pemeringkatan Green Campus. Pencapaian tersebut didukung berbagai program keberlanjutan, mulai dari pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS atap, penyediaan fasilitas pemilahan dan daur ulang sampah, hingga berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan konsep Green Campus tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga partisipasi aktif seluruh civitas akademika dalam menerapkan perilaku berkelanjutan.
Selain diskusi dan edukasi, kegiatan juga diisi dengan aksi “Operasi Semut” yang mengajak peserta melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah di area kampus sebagai bentuk implementasi langsung dari materi yang telah dibahas.
Melalui kombinasi edukasi dan aksi nyata tersebut, Jejak Asri On The Move diharapkan mampu memperkuat budaya pemilahan sampah di lingkungan kampus sekaligus mendorong lahirnya berbagai inisiatif keberlanjutan yang dipelopori generasi muda.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo
