Beranda Peristiwa Unjuk Rasa Rusuh, Anggota Polres Pandeglang Diserang Massa Aksi

Unjuk Rasa Rusuh, Anggota Polres Pandeglang Diserang Massa Aksi

131
0
Simulasi pengamanan yang digelar Polres Pandeglang. (Memed/bantennews)

 

PANDEGLANG – Aksi anarkis massa terjadi di Alun-alun Pandeglang. Pasukan gabungan dari Polres Pandeglang diserbu ratusan massa aksi.

Tim negosiator Polwan Polres Pandeglang yang mencoba bernegosiasi dengan massa tidak berhasil mendapatkan titik temu agar kegiatan tetap aman terkendali.

Massa yang semakin brutal tidak mengindahkan peringatan dari kepolisian, massa aksi yang makin bringas menyerang petugas polisi yang mengamankan jalannya unjuk rasa.

Oknum massa yang menjadi provokator kerusuhan terpaksa diamankan petugas kepolisian agar dapat mengendalikan pengunjukrasa. Skenario tersebut tergambar dalam latihan penanganan aksi massa anarkis di wilayah hukum Polres Pandeglang, Jumat (18/10/2019).

“Ini latihan penanggulangan aksi anarkis, kami simulasikan dan kami laksanakan agar anggota ketika di lapangan melaksanakan tugas tahu kondisi apa adanya, artinya kondisi terburuk seperti apa dan bagaimana cara menanggulanginya,” jelas Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono usai menggelar latihan.

Kata Kapolres, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel juga untuk mengantisipasi jelang pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Selain untuk meningkatkan kemampuan anggota juga untuk melakukan antisipasi pelantikan presiden dan wakil presiden,” katanya.

Kapolres mengimbau agar warga Pandeglang tidak berangkat ke Jakarta melakukan unjuk rasa. Ia menyarankan agar warga menyaksikan pelantikan presiden dan wakil presiden di televisi saja. Karena menurutnya, pada pelantikan presiden dan wakil presiden nanti tidak akan ada aksi penyampaian pendapat dari manapun.

“Mari kita saksikan pelantikan presiden dan wakil presiden di televisi tidak usah ikut berangkat ke Jakarta, karena di Jakarta tidak ada aksi penyampaian pendapat hanya pelantikan yang dihadiri oleh perwakilan beberapa negara,” ucapnya. (Med/Red)