Beranda Olahraga Ungkap Alasan Cilegon United FC Dijual ke Raffi Ahmad, Yudhi Ogah Sebut...

Ungkap Alasan Cilegon United FC Dijual ke Raffi Ahmad, Yudhi Ogah Sebut Nilai Jual

Yudhi Apriyanto (tengah) saat memberikan keterangan pers. (Gilang)

CILEGON – Sejumlah alasan melatarbelakangi dijualnya Cilegon United Football Club (CU FC) kepada artis Raffi Ahmad sehingga berujung pada bergantinya nama klub sepak bola kebanggaan masyarakat Cilegon itu menjadi RANS Cilegon FC.

“Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, karena berat menjalankan tim di Liga 2 ini. Saya tidak mau melibatkan siapa-siapa. Saya tidak mau mencari kambing hitam, ini realitas yang harus saya jalani apalagi ini di masa pandemi,” ungkap Presiden CU FC, Yudhi Apriyanto dalam keterangan persnya di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (1/4/2021).

Besarnya kebutuhan dana untuk operasional sebuah klub sepak bola menurutnya tidak sejalan dengan kondisi keuangan klub yang mulai goyah pada pertengahan 2017 silam lantaran CU FC diterpa kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga menyeret Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi kala itu.





“Semenjak Pak Iman ga ada, saya harus menjalankan tim ini sendiri. Saya sangat menghargai beliau, beliau adalah tokoh sepak bola Cilegon, saya tidak bisa pungkiri itu. Tapi karena finansial memaksa saya juga harus berpikir. Jadi sudah saatnya kita berpikir positif, karena sepak bola itu tidak bisa sendiri,” imbuhnya.

Pasca kasus hukum itu, kondisi CU FC semakin memburuk. Tidak adanya kepedulian kalangan industri dalam keberlangsungan CU FC, menurutnya semakin memperparah keadaan.

“Di situasi normal saja, sponsor itu sulit. Apalagi di masa pandemi saat ini. Nama Cilegon United di perusahaan-perusahaan itu sudah tidak baik, sudah di-blacklist. Jadi seharusnya masyarakat Cilegon bangga, sekelas Raffi Ahmad mau mengakuisisi,” ujar Yudhi yang kini menjabat sebagai Dewan Pengawas RANS Cilegon FC.

Baca : Pemkot Cilegon Mengaku Tak Tahu Menahu Soal Penjualan CU FC

Yudhi mengaku sebelum keputusan menjual klub, dirinya sudah berdiskusi dengan Helldy Agustian, sebelum Helldy dilantik sebagai Walikota Cilegon.

“Saya tidak mau menghubungi Pemda, dan tidak mau menyalahkan Pak Helldy (Walikota Cilegon), beliau orang baru dengan banyak program ke masyarakat, saya tidak membebani beliau. Karena saya katakan ke beliau, pak saya berat. Tapi Pak Helldy pun saya rasa beliau silakan, terserah Pak Yudhi, silakan Pak Yudhi jalankan, begitulah bahasanya,” katanya.

Namun demikian, nilai penjualan CU FC hingga saat ini masih misteri. Pasalnya, Yudhi Apriyanto enggan mengungkap dengan alasan tertentu dan membantah kabar yang beredar bahwa CU FC telah terjual senilai Rp300 miliar.

“Ya nilai akuisisinya untuk membiayai satu musim masih kurang lah. Saya bukan melihat dari nilainya, tapi bisnisnya ke depan. Rp300 miliar itu terlalu besar lah. Nanti saya bicara ke Pak Walikota, saya akan menghadap dan diskusi dengan beliau. Karena ngga etis juga kalau sampaikan di sini, nanti malah viral lagi. Yang pasti Pemda bisa melihat itu sebagai potensi, saya bisa bantu mendatangkan Raffi,” tandasnya. (dev/red)