Beranda Pendidikan UIN Jakarta Diduga Catut Kampus Lain Saat PBAK

UIN Jakarta Diduga Catut Kampus Lain Saat PBAK

1070
0
Foto istimewa

TANGSEL – Telah beredar video sebagian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang mencatut kampus lain pada yel-yelnya saat acara Pengenalan Budaya Kademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (27/8/2019).

Dalam video yang diterima BantenNews.co.id, sebagian mahasiswa itu memulai yel-yelnya saat rektor UIN Jakarta, Profesor Amany Burhanuddin Umar Lubis keluar dari gerbang kampus menuju lokasi acara.

Sementara dalam yel-yelnya tersebut berbunyi “UIN-nya jadi UNPAM (Universitas Pamulang)”. Para mahasiswa itu meneriakannya sebanyak empat kali.

Peristiwa itu sontak saja membuat para mahasiswa Umpan geram lantaran yel-yel tersebut dinilai rasis. Sebagian mahasiswa Unpam hingga sampai membuat surat pernyataan yang berisi:

1. Kami mahasiswa Umpan mengecam keras atas tindakan rasisme terhadap almamater Umpan.

2. Kami sangat menyayangkan dengan adanya chants yang menyebut nama Unpan di PBAK UIN Jakarta.

3. Kami meminta penjelasan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam unggahan video tersebut yang berdurasi sekitar 13 detik.

4. Jika dalam kurun waktu 2X24 jam tidak ada klarifikasi dan pernyataan maaf dari pihak terkait, maka kami dan aliansi mahasiswa Umpan akan melakukan tindak lebih lanjut.

Sementara saat dikonfirmasi perihal terkait hak itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa – Universitas (Dema- U), Sultan Rifandi mengungkapkan, sekelompok mahasiswa yang mencatut kampus lain itu diduga bukan dari panitia PBAK atau Dema, tapi dari kumpulan fakultas-fakultas.

“Ya saya lihat dari videonya itu bukan dari anggota Dema. Mereka dari fakultas-fakultas saja,” ungkap Sultan saat ditemui di Kampus UIN Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Namun kata Sultan, pihak UIN akan segera menyambangi kampus Unpam untuk segera mengklarifikasi masalah tersebut.

Dia pun mengatakan, tidak ada rasisme dalam acara PBAK tersebut. Yel-yel tersebut, lanjutnya, dimaksudkan untuk mengkritik rektor yang memakai jaket almamater warna biru terang, dimana warna jaket tersebut sama dengan warna jas Unpam.

“Yang kita tahu kan selama ini warna jaket UIN itu kan biru gelap, tapi sebetulnya sejak 2014 sudah ada kebijakan untuk mengubah warna jas menjadi warna biru terang. Nah baru tahun ini diterapkan dan dipakai oleh rektor. Jadi itu sebagai kritik rektor aja, kok tiba-tiba jasnya beda, gitu,” pungkasnya. (Ihy/Red)