Beranda Peristiwa Tunggu Hasil Uji DLH, BPBD Kota Tangerang Pantau Risiko Pencemaran Sungai Cisadane

Tunggu Hasil Uji DLH, BPBD Kota Tangerang Pantau Risiko Pencemaran Sungai Cisadane

Kondisi air di Sungai Cisadane yang menghitam. (Ist)

TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang meminta seluruh warga yang tinggal maupun beraktivitas di bantaran sungai Cisadane untuk meningkatkan kewaspadaan akibat perubahan warna air sungai yang menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap di wilayah Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa fokus BPBD saat ini adalah memastikan tidak ada dampak kesehatan dan keselamatan yang mengancam warga secara langsung akibat perubahan ekstrem pada baku mutu air sungai Cisadane.

“Kami di BPBD sudah melakukan koordinasi dengan teman-teman DLH (Dinas Lingkungan Hidup), mengenai penyebab perubahan warna dan bau Sungai Cisadane infonya sedang dalam penelitian,” kata Mahdiar, Rabu (19/8/2026).

Mengingat kepastian mengenai tingkat toksisitas dan jenis limbah yang mencemari sungai belum dikeluarkan oleh DLH Kota Tangerang, BPBD meminta agar warga mengambil langkah antisipasi mandiri dan tidak mengabaikan kondisi lingkungan yang memburuk tersebut.

“Kami berharap masyarakat sekitar tetap waspada, sambil menunggu hasil pengecekan dari pihak-pihak yang berwenang,” ujarnya.

Langkah mitigasi juga telah disiapkan oleh tim kebencanaan. Mahdiar menegaskan bahwa pemantauan di lapangan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah jatuhnya korban akibat paparan limbah.

“Ke depan kami fokus memastikan keselamatan masyarakat, melakukan pemantauan, dan memperkuat koordinasi dengan DLH serta instansi terkait,” katanya.

Apabila hasil uji dari DLH membuktikan adanya risiko tinggi bagi masyarakat—seperti potensi paparan bahan berbahaya dan beracun (B3)—BPBD tidak akan segera menerapkan protokol keselamatan yang lebih ketat.

“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko terhadap masyarakat, BPBD siap melakukan langkah-langkah lanjutan,” tegasnya.

Masalah terkait kondisi lingkungan ini dirasakan oleh masyarakat bantaran sunga Cisadane. Feri, seorang warga Selapajang yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, mengungkapkan bahwa kondisi air sungai yang menghitam dan berbau terseut sudah berlangsung semenjak debit air menyusut.

Baca Juga :  Hambat Proses Pemadaman, Warga Diimbau Tak Berkerumun Saat Terjadi Peristiwa Kebakaran

“Sudah kurang lebih, tiga bulanan,” kata Feri saat ditemui di tepian Sungai Cisadane.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH), Dheny Kuntjoro, berjanji untuk mengusut tuntas sumber utama pencemaran. Investigasi lapangan tengah disusun untuk penanda dan menindak pihak-pihak yang membuang limbah sembarangan.

“Ya kami akan komunikasi dengan Pak Sekcam. Ini Kecamatan Neglasari kan? Kan di wilayah Neglasari. Nanti Pak Sekcam kan akan mengomunikasikan ke Pak Lurah, Pak Lurah ke RT/RW. Kalau misalkan tempatnya ada di situ, kita verlap (verifikasi lapangan),” kata Dheny.

Dheny menekankan pentingnya akurasi dan kehati-hatian dalam mengumpulkan bukti sebelum mengambil tindakan tegas, agar penertiban bisa tepat sasaran.

“Mapping dulu, sampai mana pencemarannya, apakah disebabkan oleh sampah domestik atau yang lain-lain. Biar dipetakan dulu. Kalau misalkan dari perusahaan, perusahaan mana, biar kami mudah masuknya,” ujarnya.

Penulis : Mg-Dwi Muksin Yulianto

Editor : TB Ahmad Fauzi