Beranda Hukum Truth Nilai Pelayanan di RSUD Tangsel Belum Maksimal

Truth Nilai Pelayanan di RSUD Tangsel Belum Maksimal

Tangerang Public Transparency Watch (Truth) menggelar rilis mengenai pelayanan kesehatan di Kota Tangerang Selatan. (Ihya/bantennews)

TANGSEL – Ketua Tangerang Public Transparency Watch (Truth) Suhendar menilai pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangsel belum maksimal. Hal itu disampaikannya dalam seminar Diseminasi Hasil Dua Tahun Penelitian Pelayanan Kesehatan Kota Tangerang Selatan, di Gedung DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Kecamatan Setu, Senin (29/4/2019).

Menurut Suhendar jika dibandingkan antara RSUD dengan puskesmas maka sebetulnya angka yang lebih bagus itu puskesmas, sebab dalam hal Standar Oprerasionalnya RSU tertinggal.

“Sistem pelayanan di RSUD itu tidak terkoneksi dengan lapor pusat, padahal sistem pengaduan itu kebijakan nasional. jadi artinya kalo dari perspektif itu pelayanan kesehatan yang belum terintegrasi dengan itu ya buruk soalnya perspektifnya nasional,” tegas Suhendar saat diwawancarai awak media.

Lanjut Suhendar, menurutnya survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tangsel yang menyebut pelayanan kesehatan di peuskesmas dan RSU baik Tersebut memiliki keterbatasan metode penelitian dengan hanya menguji istrumen dan persepsi survei yang respondennya dibatasi.

“Jadi sebetulnya untuk materi survei itu baik tapi untuk soal lain misalkan belum terintegrasinya pengaduan dengan aplikasi-aplikasi yang didengung-dengungkan oleh pemerintah sebagai aplikasi smart city kan ga terkenal dengan siaran, ini fakta,” tukasnya. (Tra/Ihy/Red)