
LEBAK – Sejumlah warga Kampung Ketug, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan aktivitas truk pengangkut tanah dan pasir yang melintasi jalan permukiman di wilayah mereka.
Warga menyebut, truk-truk tersebut mulai melintas sekitar sepekan terakhir. Padahal, jalur Sindangmulya–Citeras bukan merupakan jalur yang diperbolehkan untuk dilalui kendaraan bertonase besar. Selain kondisi jalan yang sempit, kawasan tersebut juga merupakan permukiman padat penduduk.
Salah seorang warga, Rahmawati, mengatakan truk pengangkut tanah maupun pasir seharusnya tidak melewati jalan tersebut. Menurutnya, selain menimbulkan debu saat cuaca panas, aktivitas kendaraan bertonase besar juga berpotensi mempercepat kerusakan jalan serta mengganggu kenyamanan warga.
“Sebelumnya belum pernah ada truk tambang. Baru muncul sekitar seminggu lalu dan jumlahnya sangat banyak,” kata Rahmawati saat ditemui, Selasa (7/7/2026).
Ia mengungkapkan, truk-truk tersebut umumnya melintas pada sore hingga malam hari. Menurutnya, para sopir diduga memilih jalur tersebut sebagai jalan pintas.
“Kebanyakan mengangkut tanah. Kadang muatannya berceceran di jalan. Tapi yang paling sering justru truk kosong. Padahal warga sudah memasang spanduk larangan truk pengangkut tanah melintasi jalan ini, tetapi tetap tidak dihiraukan,” ujarnya.
Rahmawati juga menambahkan, para sopir kerap memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, tepatnya di sekitar area perkebunan sawit. Kondisi itu dinilai semakin mengganggu karena jalan tersebut juga menjadi akses kendaraan menuju kawasan pabrik di Citeras.
“Kendaraan pabrik juga banyak yang lewat, ditambah sekarang banyak truk tambang yang melintas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Manajemen Rekayasa dan Pengawasan Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak, Cecep Hunaepi, mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya aktivitas tersebut.
Menurutnya, tidak ada arahan resmi terkait pengalihan jalur angkutan tambang ke ruas Sindangmulya–Citeras.
“Kami baru mendengar informasinya dan tidak ada arahan pengalihan jalur. Kemungkinan itu inisiatif para sopir, mungkin karena sebelumnya sempat terjadi kecelakaan truk bermuatan batu di tanjakan Bang Arum,” ujar Cecep saat dihubungi.
Ia menjelaskan, jalur Sindangmulya–Citeras memang sempat diwacanakan menjadi jalur alternatif angkutan tambang menyusul maraknya kecelakaan di tanjakan Bang Arum. Namun, rencana tersebut dipastikan batal setelah mendapat penolakan dari masyarakat.
“Dishub bersama kepolisian akan melakukan pengecekan langsung ke jalur Sindangmulya–Citeras,” katanya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo