Beranda Peristiwa Trauma, Warga Kecamatan Sumur Sempat Mengungsi Saat Anak Krakatau Erupsi

Trauma, Warga Kecamatan Sumur Sempat Mengungsi Saat Anak Krakatau Erupsi

717
0
Tampak pijaran larva Gunung Anak Krakatau - Foto istimewa BPBD Kota Cilegon

 

PANDEGLANG – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kembali erupsi membuat panik warga Kabupaten Pandeglang, bahkan di Kecamatan Sumur sejumlah warga sempat mengungsi ke pegunungan.

Camat Sumur, A Haerudin membenarkan bahwa pada saat kejadian GAK erupsi tadi malam ada sebagian warganya yang mengungsi. Kata dia, sebagian warga yang mengungsi dikarenakan mereka masih trauma pasca kejadian tsunami 2018 lalu.

“Iya tapi ga lama pada pulang lagi, ga tau salah informasi ga tau salah tangkap informasi, biasa aja trauma kali pasca tsunami,” kata Heru saat dihubungi Bantennews.co.id, Sabtu (11/4/2020).

Kata dia, berdasarkan informasi yang ia dapat kepanikan warga terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, kepanikan itu dipicu oleh pasangnya air laut. Padahal kata dia, air laut naik itu hanya air pasang biasa bukan karena GAK erupsi.

“Informasinya ke saya setengah dua belas itu ombak naik katanya padahal hanya pasang rob biasa, terus bagang juga pada ke pantai balik karena trauma karena tsunami. Jam dua belas atau jam satu juga sudah pada ke rumah lagi, mungkin karena menangkap informasinya beda-beda jadi rame. Intinya kata yang dari bagang itu di darat aman, hati-hati aja karena Gunung Anak Krakatau erupsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, warga yang sempat mengungsi hanya satu desa saja yang letaknya sangat berdekatan dengan bibir pantai, tetapi untuk warga di desa lain masih aman dan tidak ada yang sempat mengungsi.

“Engga semuanya, cuma Desa Sumberjaya yang di pinggir pantai banget, ke desa lain malah biasa-biasa saja malah ada yang engga tahu,” tambahnya. (Med/Red)