Beranda Pemerintahan Trauma, ASN Cilegon Tolak Absen E-Presensi

Trauma, ASN Cilegon Tolak Absen E-Presensi

Tangkapan layar aplikasi di playstore. (Ist)

CILEGON — Wacana penerapan E-Presensi atau sistem absensi elektronik berbasis online secara total di awal 2027 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dikeluhkan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN di Pemkot Cilegon mengaku keberatan dengan rencana penerapan E-Presensi itu lantaran sebelumnya mereka pernah merasakan bagaimana sistem absensi berbasis online itu berjalan tidak efektif, bahkan merugikan mereka.

Informasi dihimpun, Pemkot Cilegon pernah meluncurkan sebuah aplikasi absensi online itu bernama e-Cilegon Presensi. Aplikasi yang diperkirakan rilis pada 2021 itu mendapat banyak ragam keluhan dari pengguna, hingga hanya memiliki rating 2,9.

Kondisi itu turut dibenarkan oleh salah satu ASN Pemkot Cilegon yang enggan disebutkan namanya. Ia menyatakan menolak wacana penerapan E-Presensi bagi para pegawai karena banyak menimbulkan kerugian apabila aplikasi tidak normal.

“Dulu aplikasinya error terus, susah. Masak pagi kita sudah absen, pas pulang malah tidak terdeteksi. Ada notifikasi yang muncul, menyatakan kita gagal absen pagi. Makanya dulu kita protes,” katanya kepada BantenNews.co.id, Senin (5/10/2026).

Hal senada juga disampaikan ASN Pemkot Cilegon lainnya. Ia menyampaikan, sistem E-Presensi yang hendak diterapkan nanti dapat berdampak sama seperti sebelumnya, yakni pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka lantaran absensi kehadiran mereka tidak terdeteksi sistem.

“Kalau absen tkdak terdeksi tentunya akan ada otomatis pemotongan TPP. Sudah TPP kami tidak utuh karena dipotong bank, mau dipotong pula, ya jelas kami tidak mau,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra membenarkan bahwa aplikasi E-Presensi itu sebelumnya pernah diuji coba secara terbatas di internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Cilegon.

“Sebenernya ini udah lama waktu saya jadi Kadis Kominfo diberlakukan di internal sendiri,” ucapnya.

Baca Juga :  Hasil Panen Melimpah, YBBN Banten Sukses Tanam Padi PS-08

Namun, saat ditanya besaran anggaran yang digunakan untuk pengadaan aplikasi tersebut, ia mengaku tidak ingat. Sementara soal apakah wacana penerapan absensi berbasis online itu akan menggunakan aplikasi yang baru atau yang sudah ada, Aziz belum mengetahui persis.

“Saya lupa lagi waktu di Kominfo, karena lingkupnya belum se-kota, masih kecil, karena kita baru uji coba saja di lingkungan OPD dan belum bisa mengakomodir HP yang sistemnya IOS. Untuk teknis ke Pak Joko (Kepala BKPSDM). Mungkin nanti baru lah, karena sekarang harus bisa mengakomodir yang IOS dan cakupannya banyak juga,” tutupnya.

Penulis: Maulana
Editor: Gilang Fattah