Beranda Pariwisata Tradisi Unik “Ngagurah Dano” Masyarakat Bantaran Sungai Cidano

Tradisi Unik “Ngagurah Dano” Masyarakat Bantaran Sungai Cidano

110
0
Masyarakat bantaran Sungai Cidano yang meliputi masyarakat tiga kecamatan yaitu kecamatan Cinangka, Mancak dan Padarincang Kabupaten Serang, Banten mengadakan tradisi Ngagurah Dano. (Foto istimewa Instagram @miftah.lol)

SERANG – Masyarakat bantaran Sungai Cidano yang meliputi masyarakat tiga kecamatan yaitu kecamatan Cinangka, Mancak dan Padarincang Kabupaten Serang, Banten mengadakan tradisi
Ngagurah Dano.

Ngagurah dano ini sudah menjadi tradisi warga Kabupaten Serang, sejak dahulu kala dulu dan menjadi taradisi turun temurun.

Menurut warga bernama Miftha yang dikutip melalui Instagram, Senin (6/8/2018) agenda budaya Ngagurah Dano ini dilaksanakan satu tahun sekali pada puncak musim kemarau, pasca panen raya. Warga biasanya menggunakan alat tangkap ikan tradisional, seperti tadah, jala, ganco, sair dan sambet.

“Filosofi ngagurah dano adalah kebersamaan, kesabaran dan sikap Arif terhadap alam mereka bersama sama mengambil ikan untuk kebutuhan konsumsi pada saat itu, dimakan bersama sama selebihnya dibawa pulang untuk keluarga di rumah,” tulisnya.

Dikatakan bahwa, Ngagurah Dano ini tidak ada penanggung jawab dan pengurusnya, warga sekitar digerakkan dan dikomandoi oleh rasa kebersamaan tradisi dan budaya. Menurutnya tradisi seperti ini sangat jarang ada di daerah-daerah lain.

“Ngagurah dano artinya menangkap ikan bersama sama dengan berendam bersama ke sungai dengan warga yang hadir,” paparnya.

“Harapan saya pemerintah daerah baik Provinsi Banten maupun Kabupaten bisa menangkap potensi ini sebagai perbendaharaan budaya Banten, dan bisa dijadikan festival event budaya juga bisa menjadi destinasi wisata di Kabupaten Serang,” harapnya. (Man/Red)