Beranda Peristiwa Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Ancam Sandera Dewan

Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Ancam Sandera Dewan

502
0
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan dan beberapa anggota DPRD Kota Tangerang lainnya disandera di tengah-tengah lingkaran massa aksi, Senin (12/10/2020).

 

TANGERANG – Ratusan mahasiswa menyandera beberapa anggota DPRD Kota Tangerang saat aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja di depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (12/10/2020).

Penyanderaan dilakukan lantaran upaya mahasiswa menemui masing-masing Ketua Fraksi DPRD Kota Tangerang dan Walikota Tangerang tidak dipenuhi. Massa aksi hanya ditemui beberapa dewan yang berasal dari  Fraksi PKS dan Demokrat.





Dari Fraksi PKS mereka ditemui Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan dan Saeroji, dan dari Fraksi Demokrat yakni Baihaki, Dedi dan Gunawan.

Sementara, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah berkomunikasi dengan massa aksi melalui telpon. Arief mengaku telah mengirimkan surat ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “Mudah-mudahan pemerintah pusat mendengar aspirasi masyarakat Kota Tangerang menyikapi UU Cipta Kerja. Mohon maaf saya tidak bisa kesitu karena masih zoom metting dengan KPK, itu yang bisa saya sampaikan,” katanya melalui sambungan telpon.

Mendengarkan pernyataan Arief, massa aksi berteriak meminta agar Arief datang untuk menemui mahasiswa secara langsung. Namun, Arief tetap bersikukuh tidak bisa menemui mahasiswa. “Tadi sudah saya sampaikan kami sudah lakukan komunikasi, teman-teman di dewan juga manyampaikan aspirasi kepada kita. Mungkin teman-teman juga sudah melihat suratnya di beberapa online dan media cetak,” ujarnya.

Massa aksi pun terus meneriakan agar Arief bisa menemui mereka. “Kita enggak mau by telpon saja, kita mau bapak datang langsung. Kita akan tungguin bapak sampai selesai zoom meetingnya,” ujar Kordinator aksi Fadil.

Massa aksipun mengancam akan menyandera Anggota DPRD Kota Tangerang yang menemui massa aksi. “Kalau bapak tidak hadir teman-teman bapak (anggota DPRD Kota Tangerang-red) disini akan tetap kita tahan. Indonesia merdeka karena menyandra bro,” tegasnya.

Tak menjawab pernyataan massa aksi, telpon tersebut malah dimatikan oleh Arief.

Setelah kejadian itu, massa aksi mengelilingi sekira lima anggota Dewan yang menemui mereka. Anggota dewan dihalang-halangi saat ingin keluar dari lingkaran massa aksi tersebut.

Mereka melanjutkan orasi dan meminta agar Ketua Fraksi DPRD Kota Tangerang lainnya dan Walikota menemui mereka. Lima anggota dewan tersebut disandera dalam lingkaran sekira satu jam hingga akhirnya dibiarkan pergi lantaran Arief dan fraksi lainnya tak kunjung hadir. (Wan/Red)