Beranda Peristiwa Tokoh Pemuda Merak Keberatan Laskar NKRI Gelar Demo di Tengah Suasana Duka...

Tokoh Pemuda Merak Keberatan Laskar NKRI Gelar Demo di Tengah Suasana Duka Pascakebakaran KMP Batumandi

Suasana demo di Kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak

CILEGON – Dicky Maula Syaf, Tokoh Pemuda Merak, Kota Cilegon, menyampaikan keberatan atas kehadiran sekelompok massa mengatasnamakan Laskar NKRI yang menggelar aksi demonstrasi di kawasan Merak pada Rabu (28/8/2026).

Ia menilai aksi tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum, terlebih masyarakat setempat masih berada dalam suasana duka pascakebakaran kapal KMP Batumandi.

Dicky mengaku secara spontan naik ke mobil komando massa untuk menyampaikan keberatannya. Ia menilai penyampaian aspirasi di kawasan yang berkaitan dengan objek vital nasional harus memperhatikan ketentuan hukum serta situasi masyarakat di sekitarnya.

Menurut Dicky, kedatangan massa dalam jumlah besar ke Merak dinilai kurang mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat yang masih berduka dan tengah menggelar istighosah untuk memohon keselamatan bagi kawasan Merak.

“Saya sebagai masyarakat merasa terganggu dengan kehadiran mereka di Merak yang mengganggu ketertiban umum. Saya spontan naik ke mobil komando untuk memberi tahu bahwa langkah yang mereka lakukan menurut saya salah,” ujar Dicky dalam pernyataannya, Kamis (29/10/2026).

Ia juga mempertanyakan kepedulian massa terhadap masyarakat yang terdampak insiden kebakaran KMP Batumandi. Dicky menduga sebagian besar peserta aksi tidak terlibat langsung dalam upaya membantu korban ketika insiden tersebut terjadi.

Dicky turut menyoroti aturan penyampaian pendapat di muka umum, khususnya apabila aksi berlangsung di sekitar objek vital nasional.

Ia berpendapat bahwa demonstrasi seharusnya dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan hukum, menjaga ketertiban, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun operasional pelayanan publik.

Dicky berharap setiap kelompok yang menyampaikan aspirasi dapat mempertimbangkan situasi daerah yang menjadi lokasi aksi.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga ketertiban dan menghormati masyarakat setempat.

Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin