Berwisata sambil kulineran memang menyenangkan. Namun, tak sedikit wisatawan yang mengeluh karena harus membayar makanan dengan harga jauh lebih mahal dari biasanya alias kena getok harga. Agar liburan tetap hemat dan nyaman, berikut tips kulineran di tempat wisata supaya tidak terjebak harga mencekik.
1. Cari Informasi Harga Sebelum Memesan
Sebelum duduk dan memesan makanan, luangkan waktu untuk melihat daftar harga. Jika tidak ada menu tertulis, jangan ragu bertanya langsung kepada penjual. Lebih baik memastikan di awal daripada kaget saat membayar.
2. Bandingkan Beberapa Warung atau Restoran
Di kawasan wisata, biasanya terdapat banyak pilihan tempat makan. Cobalah berjalan sebentar untuk membandingkan harga dan porsi. Selisih harga antar warung bisa cukup signifikan meski menu yang ditawarkan serupa.
3. Hindari Tempat Makan yang Terlalu Dekat Pintu Masuk Wisata
Warung atau restoran yang berada tepat di pintu masuk objek wisata cenderung mematok harga lebih tinggi. Jika memungkinkan, pilih tempat makan yang agak masuk ke area permukiman atau sedikit menjauh dari keramaian.
4. Tanyakan Harga Per Porsi dan Tambahan
Pastikan harga yang disebutkan sudah termasuk nasi, sambal, lalapan, dan minuman. Beberapa kasus getok harga terjadi karena adanya biaya tambahan yang tidak dijelaskan di awal.
5. Perhatikan Cara Penjual Menyebutkan Harga
Jika penjual terkesan ragu atau berbelit saat menyebut harga, sebaiknya pertimbangkan untuk pindah tempat. Penjual yang jujur biasanya transparan sejak awal.
6. Gunakan Rekomendasi Lokal atau Ulasan Online
Manfaatkan ulasan di Google Maps atau media sosial untuk mencari tempat makan yang terkenal ramah harga. Rekomendasi warga lokal juga sering kali lebih akurat dan aman di kantong.
7. Simpan Bukti Transaksi
Jika memungkinkan, minta struk atau catat harga yang disepakati. Ini penting jika terjadi kesalahpahaman saat pembayaran.
8. Laporkan Jika Merasa Dirugikan
Apabila benar-benar mengalami getok harga, wisatawan bisa melaporkannya ke pengelola objek wisata atau pihak berwenang setempat agar kejadian serupa tidak terulang.
Dengan bersikap cermat dan tidak sungkan bertanya, wisatawan bisa tetap menikmati kuliner khas daerah tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Liburan pun jadi lebih aman, nyaman, dan berkesan.
Tin Redaksi
