Beranda Nasional Tingkatkan Keselamatan, PT ASDP Terapkan Bagan Pemisahan Alur Laut di Selat Sunda

Tingkatkan Keselamatan, PT ASDP Terapkan Bagan Pemisahan Alur Laut di Selat Sunda

287
0
Kapal Ferry bersandar di Pelabuhan Merak - (Foto Usman Temposo/BantenNews.co.id)

 

CILEGON – Bagan Pemisahan Alur Laut atau Traffic Separation Scheme (TSS) segera diaplikasikan di perairan Selat Sunda dan Selat Lombok pada Juli 2020 mendatang.

Dengan adanya TSS Selat Sunda dan Selat Lombok ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kejadian atau kecelakaan laut di kedua selat tersebut, yaitu dengan memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan di wilayah pelayaran tersibuk ini.

Vice President Operational PT ASDP Indonesia Ferry, Rudi Sunarko mengatakan dengan adanya TSS ini akan lebih menguntungkan terhadap sistem pelayaran di Perairan Selat Sunda dan Selat Lombok.

Sebab kedisplinan pelayaran kapal akan lebih terpantau di sistem radar Vessel Traffic Service (VTS). Melalui sistem TSS ini, kapal-kapal yang melintas akan dituntun oleh sistem VTS yag ada.

“Jadi kapal yang keluar masuk dari Bakauheni atau Merak waktu pada chusing akan ada pemberitahuan dari vts sehingga untuk safety keamanannya terjamin dan untuk jadwal jadi lebih pasti,” kata Rudi usai
Rapat di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon yang juga dihadiri utusan dari perwakilan International Maritime Organization (IMO), KNKT, Direktur Navigasi, BMKG, dan BPTD, Kamis (16/1/2020).

Rudi menjelaskan TSS merupakan sistem trafik laut yang diterapkan di perairan internasional layaknya trafik pada lalu lintas jalur darat yang mengatur setiap pertemuan kapal dari berbagai arah.

“Istilahnya itu kalau di darat itu trafik lalu lintas, ada di peta gambarnya, jadi bagaimana pertemuannya, bagaimana penyusulannya disitu ada aturannya. Disitu dipantau langsung oleh VTS,” terangnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Solikin mengaku menyambut baik soal rencana penerapan sistem TSS ini. Menurutnya, dengan adanya sistem tersebut maka faktor keselamatan terhadap pelayaran akan lebih terjamin.

Sebab, Perairan Selat Sunda merupakan jalur laut yang memiliki tingkat pelayaran kapal yang tinggi. Untuk itu, ia akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait perihal persiapan penerapan sistem ini.

“Dampaknya terhadap penyebrangan tentu insya Allah penyebrangan memiliki jaminan keselamatan karena disini adalah termasuk high traffic untuk kapal roro dan setiap hari kapal roro itu ada ratusan yang harus menyebrang,” ujarnya. (Man/Red)