LEBAK– Memasuki hari kedua, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap satu orang nelayan bernama Agus (43) warga Kampung Kanaga RT 006 RW 002, Kelurahan Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, yang dilaporkan terjatuh dan hilang di Perairan Pantai Bagedur, Muara Binuangeun, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (22/4/2026).
Kasubsi Siaga dan Operasi Basarnas Banten Rizky Dwiyanto mengatakan, bahwa di hari kedua pencarian korban tenggelam ini Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dan mengerahkan berbagai unsur serta peralatan pendukung.
“Hari kedua ini korban masih dalam status pencarian. Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian berdasarkan SAR Map Prediction dengan total area pencarian seluas 854 nautical mile persegi yang difokuskan pada wilayah perairan,” kata Rizky dalam rilis yang diterima, Rabu (22/4/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini Tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian menggunakan Rubber Boat Basarnas dengan luas area pencarian 565 nautical mile persegi, jarak 51,5 nautical mile, serta spacing 0,5 nautical mile. Sementara SRU 2 melaksanakan pencarian menggunakan perahu nelayan dengan luas area 289 nautical mile persegi dan jarak 40,4 nautical mile dengan spacing 1 nautical mile.
“Selain pencarian di laut, SRU 3 melaksanakan penyisiran darat sejauh 25 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian. Sedangkan SRU 4 melakukan pencarian melalui udara menggunakan drone thermal dengan cakupan area 15,6 nautical mile,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Tim SAR Gabungan telah menyiapkan rencana evakuasi apabila korban ditemukan. Korban akan dievakuasi menggunakan Rubber Boat dengan teknik Rescue Towing dan Recovery, kemudian dilakukan pengangkatan korban dari air dan dibawa menuju Puskesmas terdekat. Jika korban membutuhkan penanganan lanjutan, akan dirujuk ke RSUD Malingping.
“Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR, di antaranya Unit Siaga SAR Lebak sebanyak 6 personel, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten 4 personel, Polairud Binuangeun 1 personel, TNI AL Binuangeun 1 personel, serta nelayan setempat sebanyak 3 orang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, adapun peralatan yang dikerahkan dalam operasi ini meliputi Rescue Car USS Lebak, Rescue Car Kantor SAR Banten, Rubber Boat Basarnas, perahu nelayan, peralatan medis, peralatan komunikasi, peralatan keselamatan air, drone thermal, serta peralatan pendukung lainnya.
“Untuk cuaca di lokasi operasi, kondisi cuaca terpantau berawan, namun tim SAR tetap melaksanakan pencarian secara maksimal dengan memperhatikan keselamatan personel di lapangan,” ucapnya.
Tim SAR Gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara optimal dan berharap korban dapat segera ditemukan. Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan evaluasi berkala sesuai perkembangan di lapangan.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor : TB Ahmad Fauzi
