
PANDEGLANG – Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pada hari keempat, Jumat (11/9/2026), tim merapat dan menyisir daratan Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Rakata.
Namun, penyisiran di tiga pulau tersebut belum menemukan tanda keberadaan delapan orang yang hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad mengatakan, cuaca yang lebih mendukung memungkinkan tim SAR mendekati tiga pulau tersebut dan melakukan pencarian dari darat.
“Alhamdulillah hari ini cuaca mendukung, sehingga teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian,” kata Al Amrad.
RIB 02 Banten dan RIB 02 Lampung melakukan penyisiran darat dengan pendampingan KN SAR Tetuka. Sebelumnya, cuaca dan aktivitas GAK membuat tim SAR belum dapat menyisir langsung sejumlah pulau di sekitar kawasan gunung api tersebut.
Al Amrad mengatakan, tim membagi pencarian hari keempat ke dalam empat sektor utama dan satu sektor khusus. Tim juga menyisir kawasan dari udara menggunakan helikopter.
“Hasil keseluruhan sektor tersebut nihil, hanya menemukan satu buah life jacket oleh KAL Anyer,” ujarnya.

KAL Anyer menemukan life jacket berwarna oranye sekitar pukul 14.45 WIB. Petugas menemukan benda itu sekitar 16,2 mil laut dari GAK, tepatnya di sebelah barat daya dari lokasi temuan life jacket sebelumnya.
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan pihaknya langsung menyerahkan life jacket tersebut kepada Basarnas untuk proses identifikasi.
“Spesifikasi warna oranye tapi spesifikasi lainnya nanti pada saat life jacket tersebut setelah diidentifikasi karena begitu barang ditemukan, kapal telah sandar, langsung dilakukan proses serah terima kepada Tim Basarnas,” kata Wawan.
Temuan ini menjadi life jacket kedua yang KAL Anyer temukan selama pencarian delapan orang tersebut. Tim sebelumnya telah memeriksa life jacket pertama dan memastikan benda itu tidak berkaitan dengan Kapal Arundathu 01 yang membawa para korban.
Hingga hari keempat, tim SAR belum menemukan jejak lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd