SERANG — Dokter forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten menemukan sejumlah luka pada tubuh perempuan yang ditemukan tewas tergantung di kebun warga Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kota Serang, Senin (18/5/2026) lalu. Temuan itu menguatkan dugaan adanya kekerasan sebelum korban meninggal dunia.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten, Donald Rinaldi mengatakan, tim autopsi menemukan luka robek di pelipis kanan korban serta memar di beberapa bagian tubuh.
“Ada luka robek di wajah, di pelipis kanan, sama ada memar. Terus di leher, sebagian dagingnya sudah hilang karena pembusukan, tapi masih terlihat jejak jeratan di sisi belakang dan kanan leher,” kata Donald saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Donald menjelaskan, tim forensik belum memastikan bekas jeratan itu berasal dari aksi gantung diri. Menurutnya, jeratan di leher juga bisa muncul akibat faktor lain.
“Belum bisa disimpulkan jeratan itu apakah karena digantung atau diseret. Yang jelas ada bekas tali di leher korban,” ujarnya.
Meski begitu, Donald menegaskan korban masih hidup saat tali menjerat lehernya. Ia menyebut bekas tali hanya muncul apabila korban masih bernyawa ketika dijerat.
“Kalau bekas tali muncul di kulit, artinya saat dijerat dia masih hidup. Bukan sudah meninggal lalu digantung,” ungkapnya.
Selain luka di leher, tim forensik menemukan luka memar dan luka terbuka di lengan kanan yang diduga berasal dari benturan benda tumpul. Banyaknya luka pada tubuh korban membuat Donald meragukan dugaan bunuh diri.
“Kalau dugaan bunuh diri sih enggak, menurut saya karena banyak luka-luka. Di tangan kanan banyak memar dan ada luka robek akibat benda tumpul,” katanya.
Dalam autopsi tersebut, dokter tidak menemukan janin di rahim korban meski kondisi rahim terlihat membesar.
“Saya tidak menemukan janin. Bukan berarti tidak hamil, tapi saat autopsi tidak ditemukan janin,” ucap Donald.
Ia memperkirakan korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen. Namun, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel organ tubuh korban.
“Karena tubuh sudah membusuk lanjut, tanda-tanda perdarahan di organ belum bisa terlihat jelas. Sampel jantung, paru, dan jaringan luka sedang diperiksa di laboratorium,” tuturnya.
Donald juga menyebut kondisi jenazah sudah memasuki fase pembusukan lanjut saat ditemukan. Munculnya belatung pada tubuh korban menunjukkan korban kemungkinan meninggal empat hingga tujuh hari sebelum ditemukan.
“Kalau sudah ada belatung, biasanya kematian sekitar 4 sampai 7 hari,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Serang Kota Kompol Alfano Ramadhan membenarkan penyidik telah menerima hasil sementara pemeriksaan forensik.
“Hasil forensik sementara sudah kita terima. Ada luka di pelipis dan sejumlah luka di bagian tubuh lainnya,” ujar Alfano.
Polisi kini masih mendalami identitas korban, penyebab kematian, serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
