Beranda Budaya Tiga Bioskop di Kawasan Royal dan Pasar Lama Kota Serang yang Tinggal...

Tiga Bioskop di Kawasan Royal dan Pasar Lama Kota Serang yang Tinggal Kenangan

Bekas bangunan gedung bioskop Serang Plaza. (Ist)

Kota Serang pernah memiliki masa keemasan hiburan layar lebar. Jauh sebelum bioskop modern hadir di pusat perbelanjaan, kawasan Royal (kini disebut Royal Baroe) dan Pasar Lama menjadi denyut utama hiburan masyarakat. Di wilayah inilah berdiri beberapa gedung bioskop legendaris yang kini tinggal cerita. Meski sebagian bangunannya telah berubah fungsi atau bahkan lenyap, jejak sejarahnya masih lekat dalam ingatan warga lama Kota Serang.

Berikut tiga bekas gedung bioskop yang pernah berjaya di kawasan tersebut.

1. Bioskop Merdeka, Ikon Hiburan di Kawasan Royal

Bioskop Merdeka merupakan salah satu bioskop tertua dan paling ikonik di Kota Serang. Berlokasi di kawasan Royal—yang dahulu dikenal sebagai pusat perniagaan dan hiburan—bioskop ini menjadi tempat favorit warga untuk menonton film-film nasional maupun mancanegara. Pada saat akhir pekan atau masa liburan, bioskop ini pasti ramai pengunjung.

Pada masanya, Bioskop Merdeka bukan sekadar ruang pemutaran film. Gedung ini juga kerap menjadi ruang pertemuan sosial, tempat anak muda berkumpul, hingga simbol modernitas di tengah kota yang masih berkembang. Antrian panjang, poster film besar di bagian depan gedung, serta suasana malam Royal yang hidup menjadi pemandangan khas era kejayaannya.

Namun, seiring perubahan zaman dan meredupnya industri bioskop tunggal, Bioskop Merdeka akhirnya tutup pada akhir 1990-an. Kini, bangunan aslinya sudah tidak tersisa. Lokasinya telah berubah menjadi deretan pertokoan, menyisakan kenanhan bagi mereka yang pernah merasakan gemerlap hiburan di sana.

2. Bioskop Pelita, Saksi Sejarah di Kawasan Pasar Lama

Berbeda dengan Bioskop Merdeka yang bangunannya telah hilang, Bioskop Pelita di kawasan Pasar Lama masih menyisakan jejak fisik. Bioskop ini dahulu menjadi alternatif hiburan warga yang beraktivitas di pusat perdagangan tradisional Kota Serang.

Baca Juga :  Kolaborasi 3 Masjid di Kota Tangerang Gelar Arak-Arakan Perahu Maulud

Bioskop Pelita dikenal dengan suasananya yang lebih merakyat. Penonton datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pedagang, pelajar, hingga keluarga yang ingin menikmati hiburan murah dan terjangkau. Film-film Indonesia menjadi sajian utama, meski sesekali film luar negeri juga diputar.

Seiring masuknya televisi dan video rumahan, pamor Bioskop Pelita perlahan meredup. Kini, bangunannya tidak lagi berfungsi sebagai bioskop. Bagian bawahnya telah berubah menjadi ruko dan ruang usaha, sementara bentuk fasad lama masih bisa dikenali sebagai saksi bisu masa kejayaan hiburan layar lebar di Pasar Lama.

3. Bioskop Plaza Serang, Hiburan Modern di Masanya

Bioskop Plaza Serang berlokasi di lantai dua sebuah bangunan pusat perbelanjaan di kawasan Pasar Lama. Pada era 1980–1990-an, kehadiran bioskop ini dianggap cukup modern karena menyatu dengan konsep plaza atau pusat toko, sesuatu yang terbilang baru pada saat itu.

Plaza Serang Bioskop menjadi destinasi anak muda dan keluarga yang ingin menikmati pengalaman menonton film dengan nuansa berbeda dibanding bioskop konvensional. Letaknya yang strategis di Jalan Maulana Hasanuddin membuat bioskop ini ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Namun, krisis ekonomi dan perubahan pola hiburan masyarakat membuat bioskop ini tutup sekitar akhir 1990-an. Hingga kini, bangunannya masih berdiri, meski ruang bekas bioskop telah beralih fungsi.

Keberadaan tiga bekas gedung bioskop ini menjadi penanda penting perjalanan sosial dan budaya Kota Serang. Bioskop tidak hanya berfungsi sebagai tempat menonton film, tetapi juga ruang interaksi, hiburan, dan pembentukan memori kolektif masyarakat.

Di tengah pesatnya pembangunan kota, kisah bioskop-bioskop lama ini mengingatkan bahwa Serang pernah memiliki pusat hiburan yang hidup dan berkarakter. Menjaga cerita dan jejak sejarahnya menjadi bagian penting dalam merawat identitas kota, agar generasi muda tidak kehilangan koneksi dengan masa lalu.

Baca Juga :  Utusan Sultan Meminta Bantuan Batavia

Tim Redaksi