Beranda Kesehatan Tidur Siang Minimal Seminggu Sekali Bisa Kurangi Risiko Stroke

Tidur Siang Minimal Seminggu Sekali Bisa Kurangi Risiko Stroke

259
0
Ilustrasi - foto istimewa soha.vn

Memiliki waktu rehat sejenak tidak hanya bermanfaat untuk mengembalikan stamina dan energi tetapi juga kesehatan jantung.

Sebuah studi baru menemukan bahwa tidur siang sekali atau dua kali seminggu terkait dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih rendah. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Heartmengumpulkan data dari 3.500 orang yang tinggal di Swiss.

“Kami melihat kebiasaan orang yang sehat dan menemukan bahwa mereka tidur siang sesekali, seperti satu atau dua kali seminggu dan memiliki risiko lebih rendah untuk penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan yang tidak tidur siang,” sebut peneliti utama yang juga ahli penyakit dalam dari University Hospital of Lausanne, Nadine Hausler, dikutip dari detik.com.

Hausler dan timnya melacak peserta berusia 35-75 tahun tyang pada dasarnya sehat dan tidak ada penyakit jantung. Frekuensi tidur mereka bervariasi. Sekitar 1 dari 5 peserta tidur siang satu hingga dua kali per minggu. Selebihnya mengaku hanya sesekali bila ada waktu.

Frekuensi tidur yang sesekali tersebut dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, atau gagal jantung sebanyak 48 persen. Panjang tidur siang tampaknya tidak memengaruhi temuan, dan mencakup apa pun, mulai dari tidur sebentar selama lima menit hingga satu jam.

“Bisa jadi orang-orang yang tidur siang dua kali seminggu adalah mereka yang menjadikan tidur siang sebagai prioritas, karena mereka tahu mereka tidak cukup tidur selama seminggu,” kata Céline Vetter, asisten profesor di University of Colorado Boulder. yang mempelajari ritme sirkadian dan gangguan tidur yang tidak terlibat dengan penelitian tersebut.

Meski demikian, bagaimana tidur siang dapat mempengaruhi kesehatan jantung masih diteliti lebih lanjut.

“Tebakan terbaik kami adalah bahwa tidur siang bisa melepaskan stres dari kurang tidur,” kata Häusler.

(Red)