Beranda Pemerintahan Ternyata Ini Inisial Oknum Satpol-PP Pemalak PKL di Pandeglang

Ternyata Ini Inisial Oknum Satpol-PP Pemalak PKL di Pandeglang

Seorang pedagang tengah menjajakan dagangannya di Alun-alun Pandeglang.

PANDEGLANG – Seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang diduga dipalak oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) saat berjualan di Alun-alun Pandeglang akhirnya buka-bukaan terkait identitas oknum tersebut. PKL tersebut merasa kesal karena tetap diusir meski sudah dipungut iuran oleh oknum Satpol-PP.

Ia menjelaskan, awalnya uang iuran tersebut biasa dipungut oleh salah satu pedagang untuk disetorkan ke oknum tersebut, namun dirinya didatangi langsung oleh oknum itu lantaran hanya membayar Rp5 ribu untuk 2 gerobak miliknya.

Kata dia, pada malam itu ada 2 oknum Satpol-PP yang mendatanginya namun hanya satu oknum yang marah-marah terkait uang iuran yang kurang sedangkan 1 orang lagi hanya menemani dan terlihat diam saja melihat dirinya dimarahi.

“Pas malam minggu itu pak U dan pak A kesini dan pak U marah-marah tapi kalau pak A diam saja. Saya sumpahin terus itu soalnya makan uang nggak bener,” jelas PKL yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (12/6/2024).

Dirinya juga merasa sangat heran dengan kelakuan oknum tersebut yang meminta langsung uang iuran padanya. Pasalnya, dari beberapa tahun dirinya berjualan di alun-alun baru kali ini melihat oknum Satpol-PP meminta uang iuran secara langsung.

Baca juga: Kasat Bakal Beri Sanksi Oknum Satpol-PP Pemalak PKL Alun-alun Pandeglang

“Awalnya Pak U nyuruh salah satu pedagang di sini kalau, sekarang langsung. Kalau orang lain kan mana ada Pol PP minta langsung, saya disini dari tahun 2019 ga pernah ada Satpol-PP minta uang langsung baru kali ini,” katanya dengan nada heran.

“Dia minta sudah ada sekitar 3 mingguan, yang minta langsung itu ada pedagang nah nanti pedagang itu yang laporan ke dia, terus kalau ga bayar dia yang langsung turun ke lapangan marah-marah,” sambungnya.

Tidak berhenti di malam itu, pada saat pengambilan gerobak di Kantor Satpol-PP juga sempat dibahas kembali terkait uang iuran. Padahal kata dia, oknum tersebut harusnya memberikan arahan yang baik bukan membahas uang iuran.

“Bukannya ngomongin masalah Perda atau yang lainnya ini malah ngomongin uang iuran. Harusnya pas ngambil gerobak itu ngomongin masalah perda atau ngasih tau yang bener ini malah ngomong masalah salaran (iuran),” ujarnya. (Med/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News