Beranda Kesehatan Terlalu Lama Rebahan Bisa Ganggu Kesehatan Tubuh dan Mental

Terlalu Lama Rebahan Bisa Ganggu Kesehatan Tubuh dan Mental

Ilustrasi - foto istimewa hellosehat.com

Terlalu banyak rebahan atau kurang bergerak dalam waktu lama bisa menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan, baik fisik maupun mental. Berikut penjelasannya:

Secara fisik, kebiasaan rebahan berlebihan dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot dan sendi. Otot yang jarang digunakan akan melemah, tubuh menjadi cepat lelah, dan risiko nyeri punggung, leher, serta bahu meningkat. Selain itu, peredaran darah menjadi kurang lancar, yang dalam jangka panjang dapat memicu pembengkakan kaki hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Terlalu lama rebahan juga berdampak pada metabolisme tubuh. Pembakaran kalori menjadi sangat rendah sehingga memicu kenaikan berat badan dan obesitas. Kondisi ini berkaitan erat dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Sistem pencernaan pun bisa terganggu, menyebabkan sembelit atau rasa tidak nyaman di perut.

Dari sisi mental, kebiasaan rebahan berlebihan sering dikaitkan dengan menurunnya motivasi dan produktivitas. Kurang gerak dapat memengaruhi hormon suasana hati, sehingga seseorang lebih mudah merasa lesu, stres, bahkan depresi. Pola tidur juga bisa terganggu karena tubuh kurang aktif di siang hari, membuat sulit tidur nyenyak pada malam hari.

Selain itu, terlalu sering rebahan dapat menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Aktivitas sosial berkurang, fokus menurun, dan tubuh terasa kaku saat harus kembali beraktivitas. Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini dapat mempercepat penurunan kebugaran seiring bertambahnya usia.

Untuk mencegah dampak tersebut, penting menyelingi waktu rebahan dengan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, peregangan, atau berdiri setiap 30–60 menit. Gerakan kecil namun rutin sudah cukup membantu menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

Tim Redaksi