Beranda Pendidikan Terkendala Ekonomi, Dara Asal Lebak Harus Putus Sekolah Demi Bantu Orangtua

Terkendala Ekonomi, Dara Asal Lebak Harus Putus Sekolah Demi Bantu Orangtua

Idia saat membantu ayahnya di sawah.

LEBAK – Idia Darmawati (16) tahun anak pasangan Darto dan Rumhati warga Kampung Turus, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, harus berhenti sekolah demi membantu orangtuanya bekerja di sawah milik orang lain.

Idia bersama orangtua serta keempat adiknya tinggal digubuk yang berdindingkan anyaman bambu. Setiap pagi, Idia sibuk dengan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, memasak, dan mencuci pakaian adik-adiknya.

Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, ia berangkat bekerja sebagai buruh tani di sawah bersama ayahnya, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Idia mengatakan, dirinya sekolah hanya sampai bangku SMP saja karena keterbatasan ekonomi dirinya memilih untuk bekerja demi membantu kedua orangtuanya.

“Ingin sekali kembali bersekolah, namun terbentur kondisi ekonomi keluarga terpaksa harus berhenti sekolah,” kata Idia saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/7/2024).

Ia mengungkapkan, sebenarnya dia ingin bersekolah lagi dan berharap ada bantuan dari pemerintah dan para dermawan untuk membiayai saya melanjutkan sekolah.

Sementara itu, Darto orangtua Idia menjelaskan, Idia adalah anak sulung dari empat bersaudara, adik Idia yang lelaki juga sama harus putus sekolah karena terbentur ekonomi yang mengakibatkan harus putus sekolah.

“Adik yang ketiganya baru kelas 5 SD, sedangkan untuk adik yang keempat baru masuk sekolah. Keseharian Idia sendiri membantu pekerjaan rumah dan membantu saya di sawah,” kata Darto.

Ia menambahkan, dirinya bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya, dari hasil panen tersebut baru mendapatkan upah.

“Jika hasil panennya memuaskan, saya mendapatkan upah berupa padi yang lumayan, tetapi jika hasilnya tidak memuaskan, ya mendapatkan padinya pun sedikit sesuai dengan hasil panen aja,” ucap Darto. (San/Red)