Beranda Pemerintahan Terkendala Anggaran, Perbaikan SDN Kependilan Cilegon Molor hingga 2027

Terkendala Anggaran, Perbaikan SDN Kependilan Cilegon Molor hingga 2027

Guru menubjukkan salahnsatu sudut bangunan SDN Kependilan Cilegon yang mengalami kerusakan. (Maulana/bantennews)

CILEGON — Kerusakan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kependilan di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, dipastikan tak akan akan tuntas tahun ini. Atap rapuh, toilet kumuh, dan kekurangan ruang kelas masih menjadi persoalan yang harus dihadapi sekolah tersebut hingga 2027.

Keterbatasan anggaran membuat Pemerintan Kota (Pemkot) Cilegon menunda penyempurnaan perbaikan sekolah. Padahal, kondisi fasilitas pendidikan yang tidak layak membutuhkan penanganan segera.

Wali Kota Cilegon, Robinsar mengakui, pemerintah belum mampu memperbaiki seluruh fasilitas sekolah dalam satu tahun anggaran. Pemkot baru mengalokasikan sebagian anggaran untuk SD Negeri Kependilan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.

“SDN Kependilan sudah masuk dalam anggaran perubahan sebagiannya, mebeulernya sudah masuk. Tahun depan penyempurnaan,” kata Robinsar, Kamis (1/10/2026).

Robinsar beralasan, keterbatasan anggaran memaksa Pemkot Cilegon mengerjakan perbaikan sekolah secara bertahap. Pemkot mengandalkan pendataan dan pemetaan kebutuhan untuk menentukan prioritas pembangunan.

“Memang tentu belum bisa langsung semua diselesaikan dalam satu tahun, tapi pemetaannya sudah ada. Kalau belum tahun ini, pasti tahun depan. Karena tidak mungkin dengan anggaran terbatas semua diselesaikan,” ujarnya.

Persoalan anggaran ini menjadi sorotan karena Pemkot Cilegon sebenarnya mengantongi dukungan dana untuk revitalisasi sekolah. Tahun ini, pemerintah pusat mengucurkan bantuan Rp40 miliar, sementara Pemkot Cilegon mengalokasikan Rp18 miliar dari APBD.

Namun, pembagian anggaran tersebut membuat pemerintah harus menentukan fokus penanganan. Robinsar mengatakan dana pusat diarahkan untuk revitalisasi, sedangkan APBD berpotensi membiayai pengadaan mebel dan penambahan ruang kelas.

“Karena pusat itu fokus pada revitalisasi, nanti yang sifatnya revitalisasi itu pakai anggaran pusat. Anggaran APBD mungkin fokus pengadaan mebeuler ataupun penambahan ruang kelas. SMP kebanyakan masuk siang karena kekurangan ruang kelas, SD revitalisasi,” katanya.

Baca Juga :  APBD Cilegon 2020 Diproyeksi Naik Rp19 Miliar

Pemkot Cilegon memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat, mebel rusak, dan kekurangan ruang kelas. Namun, penentuan prioritas tersebut belum menjawab kapan seluruh fasilitas SD Negeri Kependilan yang bermasalah dapat kembali memenuhi standar kelayakan.

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd