Beranda Pendidikan  Terkendala Administrasi, Dana Program Sekolah Gratis di Banten Tersendat

 Terkendala Administrasi, Dana Program Sekolah Gratis di Banten Tersendat

Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaludin. (Audindra/bantennews)

SERANG– Pencairan dana program sekolah gratis di Provinsi Banten sempat tersendat selama 3 bulan sejak Januari hingga Maret 2026. Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menyebut hambatan tersebut terutama disebabkan persoalan administrasi, khususnya pengakuratan data penerima.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten Jamaluddin menyatakan, pencairan dana sejauh ini baru direalisasikan untuk satu bulan. Adapun sisa pembayaran selama dua bulan bagi sekolah-sekolah swasta masih menunggu penyelesaian proses administrasi.

“Sudah dicairkan kemarin, satu bulan. Sekarang mau diajukan lagi, insyaallah minggu ini sudah diusulkan, tinggal menunggu,” ujar Jamaluddin, Senin (30/3/2026) kemarin.

Pencairan dana bulan Februari itu katanya ditargetkan selesai pada pekan ini. Sedangkan untuk dana bulan Maret, kata dia masih menunggu proses administrasi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Nanti menunggu informasi dari BPKAD, kalau bisa dicairkan, saya cairkan lagi,” katanya.

Menurut Jamaluddin, kendala utama pada pencairan berkaitan dengan persoalan administrasi yang tidak ia jelaskan secara rinci. “Kendalanya kemarin terkait pengakuratan data dan lain sebagainya, tapi insyaallah bulan ini sudah menuju dua bulan,” ujarnya.

Ia mengakui, keterlambatan pencairan dana bukan kali pertama terjadi. Namun ke depan, pihaknya berupaya memperbaiki mekanisme penyaluran agar lebih tertib dan tepat waktu. Salah satunya melalui koordinasi dengan BPKAD terkait pola pencairan dana yang diatur dalam peraturan gubernur.
“Sesuai pergub, sebetulnya pencairan bisa tiga bulan sekali, bisa di awal atau di akhir. Kami sedang komunikasikan, kalau bisa di awal tentu lebih baik sebagai modal awal sekolah,” kata Jamaluddin.

Adapun terkait anggaran, ia menyebut dana yang telah dicairkan sebelumnya mencapai sekitar Rp90 miliar.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi