Beranda Pemerintahan Terkait PPDB, Anggota DPRD Cilegon Gelar Rapat Tertutup Mendadak Dengan Dindik

Terkait PPDB, Anggota DPRD Cilegon Gelar Rapat Tertutup Mendadak Dengan Dindik

Pegawai Dindik Cilegon saat akan memasuki ruang rapat DPRD. (Foto : Gilang)

CILEGON – Anggota DPRD Cilegon dari sejumlah Komisi menggelar rapat pertemuan dengan unsur pejabat dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon di ruang rapat DPRD Cilegon, Kamis (20/6/2019).

Belum diketahui pasti agenda pembahasan dalam rapat yang belakangan diketahui berlangsung secara tertutup itu. Awak media yang tidak melihat adanya lembar pengumuman di pintu masuk yang menyatakan bahwa rapat itu berlangsung tertutup pun membatalkan niatnya setelah dilarang masuk oleh salah seorang Anggota DPRD.

“Maaf ya, tertutup,” tegur Wakil Ketua Komisi III DPRD Cilegon, Hasbudin kepada wartawan saat itu.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, rapat itu pun turut dihadiri oleh Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gojali, Sekretaris hingga sejumlah Kasie dan Kepala Bidang.

Disinyalir, rapat tertutup tersebut membahas persoalan menyangkut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online. Berdasarkan informasi yang dihimpun BantenNews.co.id, belakangan diketahui bahwa rapat itu berlangsung secara spontan dan tidak diketahui oleh pegawai di Sekretariat DPRD.

“Oh ya (rapat tertutup-red) itu kan kesepakatan di sana (anggota DPRD yang menggelar rapat), kan kita juga ngga turun ke sana (ruang rapat),” ujar Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Cilegon, Hidayat Makmur.

Rapat berlangsung sekira setengah jam, lantaran anggota dewan yang tergabung dalam dua alat kelengkapan dewan yakni Badan Kehormatan dan Bapemperda akan bertolak ke bandara guna melakukan kunjungan kerja ke Bali saat itu.

“Biasa ini mah, rapat PPDB, laporan kan. Mekanisme dan segala macem, supaya mereka (Anggota DPRD) paham,” ungkap Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gojali ditemui usai rapat.

Lebih jauh dirinya mengataka bahwa rapat itu berlangsung setelah pihaknya mendapatkan panggilan telepon dari salah seorang wakil rakyat yang menolak ia sebutkan namanya. “Ngga ada yang ngundang (melalui surat-red), wong nelpon ya kan. Ngga usah disebutin lah namanya, pokoknya dewan, gitu,” tutupnya. (dev/red)