Beranda Kampus Terima KKN-PPM UGM, Pemkab Serang Dorong Pengembangan Wisata dan Mitigasi Longsor

Terima KKN-PPM UGM, Pemkab Serang Dorong Pengembangan Wisata dan Mitigasi Longsor

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menerima peserta KKN UGM. (Istimewa)

KAB. SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggandeng mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memetakan potensi wisata sekaligus persoalan lingkungan di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.

Sebanyak 30 mahasiswa UGM akan menjalani Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) selama 50 hari di Desa Ciwarna dan Desa Sangiang mulai 20 Juni 2026.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, mahasiswa diminta tidak sekadar menjalankan program seremonial, tetapi benar-benar mengkaji potensi dan persoalan di wilayah Mancak.

“Mereka akan menggali potensi, salah satunya potensi pariwisata di Kecamatan Mancak. Selain itu juga tentang pengelolaan lingkungan karena Mancak termasuk wilayah rawan longsor,” kata Zakiyah usai menerima rombongan UGM di Pendopo Bupati Serang, Kamis (7/5/2026).

Pemkab Serang, berharap mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mampu memberikan rekomendasi konkret, terutama terkait pengembangan wisata dan mitigasi bencana.

Menurut Zakiyah, Desa Ciwarna yang sebelumnya masuk kategori desa tertinggal kini mulai berkembang.

Namun, pemerintah daerah mengakui wilayah tersebut masih menghadapi persoalan infrastruktur dan kerentanan bencana.

“Kita ingin ada intervensi supaya Desa Ciwarna lebih maju lagi,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Sudaryatno mengatakan, mahasiswa berasal dari bidang saintek, sosial humaniora, medika, dan agro.

UGM menargetkan, program KKN tidak berhenti pada kegiatan sosial biasa, tetapi mampu mendorong kemandirian masyarakat.

Salah satu fokus utama mereka yakni pengembangan wisata Bukit Cariang di Kecamatan Mancak. UGM menilai kawasan itu memiliki potensi wisata alam yang belum tergarap maksimal.

“Akses ke Bukit Cariang hanya sekitar lima menit dari jalan raya. Potensinya besar kalau dikembangkan serius,” kata Sudaryatno.

UGM bahkan menilai Bukit Cariang bisa menjadi alternatif wisata alam seperti kawasan Lembang, Jawa Barat, jika pemerintah daerah mampu memperbaiki pengelolaan dan promosi wisatanya.

Baca Juga :  Ini Harapan Warga Setelah Diresmikan Bandungan Sindangheula

Selain wisata, mahasiswa juga akan memetakan daerah rawan longsor dan menyusun langkah mitigasi bersama masyarakat.

Mahasiswa teknik sipil akan mengkaji risiko longsor, sementara mahasiswa kedokteran hewan dan pertanian fokus pada pengembangan peternakan dan pertanian berkelanjutan.

UGM juga mendorong pengelolaan sampah organik dan limbah ternak menjadi pupuk organik untuk mendukung produktivitas pertanian warga.

Program KKN ini sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi mahasiswa.

Sebab, tanpa dukungan kebijakan dan anggaran yang jelas, potensi wisata dan persoalan lingkungan di Mancak berisiko kembali berhenti sebatas kajian tahunan.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah