Beranda Bisnis Terdampak Pandemi Covid-19, UMKM Disarankan Beralih ke Digital

Terdampak Pandemi Covid-19, UMKM Disarankan Beralih ke Digital

677
0
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

SERANG – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa Kementerian yang dipimpinnya sejauh ini telah menyiapkan empat strategi untuk mentransformasikan usaha menengah, kecil maupun mikro (UMKM). Menurutnya, strategi ini bakal diterapkan setelah perekonomian nasional pulih di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 82,82 persen usaha yang ada di Indonesia terdampak pandemi Covid-19. Untuk keluar dari kesusahan tersebut, Menko meminta pelaku UMKM melakukan perubahan agar tetap eksis saat pandemi Covid-19. UMKM harus bisa cepat beradaptasi dengan situasi baru, artinya, UMKM harus menata ulang model bisnis dengan perkembangan terkini.

“Selain memangkas beberapa biaya, inovasi juga harus dilakukan melalui produk dan layanan,” ujarnya saat webinar penting bertajuk “Adaptasi dan Teknologi, Kiat UMKM Lokal Terus Berkembang di Tengah Pandemi” digelar oleh Suara.com, Jumat (19/3/2021)

Dia menuturkan pelaku UMKM juga bisa beralih ke ekosistem digital dengan memasarkan produknya di platform digital seperti e-commerce.

“Ini banyak dilakukan oleh UMKM fashion. Mereka banyak beralih memproduksi pakaian murah, dan juga makanan-minuman yang dijual dalam bentuk kemasan,” katanya.

Selain itu, kata dia, penting juga berkolaborasi membagi beban kerja untuk efisiensi dan mendapatkan ide baru. Ini penting dilakukan UMKM.

“Alhamdulillah pada tahun ini UMKM yang berubah ke ekosistem digital itu mencapai 12 juta atau 19 persen. Di awal tahun 2020 baru mencapai 10-12 persen. Itu suatu akselerasi yang cukup membanggakan,” jelasnya.

Dian juga punya empat Strategi Transformasi UMKM. Pertama, mendorong UMKM yang masih belum memiliki izin, dikategorikan informal, agar bisa ke arah usaha formal.’

“Dengan UU Cipta Kerja, sekarang dimungkinkan untuk mendapatkan nomor induk usaha, izin edar. Dengan begitu, izin formal semakin mudah,” ucapnya.

Kedua, UMKM didorong untuk menggunakan teknologi digital. “Ada tren baru menumbuhkan platform digital di daerah-daerah. Ini sangat membantu bagi UMKM, (yang) dengan kapasitas produk yang terbatas tak bisa masuk pasar tingkat nasional,” tuturnya.

“Ketiga, kita menginginkan UMKM merupakan bagian dari industri. UMKM bisa memberikan produk-produknya ke industri besar untuk jadi pelengkap produk industri tersebut,” lanjutnya.

Keempat, pihaknya ingin modernisasi koperasi, selain masuk teknologi IT, termasuk juga mengembangkan model bisnis yang unggul.

“Kita bisa membangun koperasi pangan. Kita optimis kalau kita bisa menangani Covid, maka pemulihan bisa dimulai,” imbuhnya.

(Red)