Beranda Peristiwa Terdampak Gempa, Siswa Madrasah di Pandeglang Belajar di Tenda

Terdampak Gempa, Siswa Madrasah di Pandeglang Belajar di Tenda

Siswa madrasah belajar di tenda karena sekolahnya rusak akibat gempa. (memed/bantennews)

 

PANDEGLANG – Pasca gempa bumi 6,6 magnitude yang menerjang Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu, sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathla’ul Anwar di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa harus belajar di tenda darurat.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) itu terpaksa dilakukan di tenda darurat lantaran bangunan dan atap sekolah tersebut mengalami retak akibat gempa kemarin.

Kepala MTs Mathla’ul Anwar, Acang Sutisna mengatakan, usai gempa yang terjadi dinding di salah satu ruangan mengalami retak dan atapnya ambruk sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika KBM tetap dilaksanakan di ruang kelas.

“Ada beberapa ruangan yang retak dan ada beberapa ruang guru yang ikut retak tidak ada yang roboh tapi sangat mengkhawatirkan. Ada 2 ruangan yang harus dikosongkan 1 Musala yang digunakan untuk KBM dan 1 ruang kelas yang kondisinya sangat mengkhawatirkan karena bagian atap kelasnya mengkhawatirkan,” jelas Acang, Senin (17/1/2022).

Kata Acang, KBM di tenda darurat dilakukan atas saran dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy saat meninjau lokasi sekolahnya.

“Kemarin Menko PMK ke BPBD Pandeglang diharuskan memasang tenda di halaman sekolah untuk melaksanakan KBM karena di kelas sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Acang belum bisa memastikan sampai kapan KBM ini akan dilakukan di tenda darurat. Sebab, selama bangunan kelas mereka belum dibangun kembali maka KBM tetap akan dilakukan di luar sekolah.

“Kalau dari Pemkab dan Menko belum ada kejelasan sampai kapan tapi pas saya konfirmasi yang dari BNPB itu katanya selama sebelum ruangan tersebut diperbaiki tetap belajar di tenda kalau ruangan belum dibangun,” terangnya.

Menurut Acang, tenda darurat berukuran 6×12 meter dirasa tidak cukup untuk menampung siswa sebanyak 60 orang. Oleh sebab itu, pihak sekolah meminta pemerintah terkait untuk segera membangun atau merehab sekolah mereka.

“KBM di tenda baru mulai hari ini 1 kelas dan mungkin besok 2 kelas dilakukan belajar di tenda. Ukurannya 12×6 meter dengan jumlah siswa 60 orang saya rasa masih kurang. Harapan saya selaku kepala madrasah dan guru-guru itu minta diperbaiki atau dibangunkan dari pihak terkait sesuai dengan jumlah siswa yang ada karena sangat membutuhkan,” ucapnya. (Med/Red)