Beranda Pemerintahan Terdampak Banjir, 15 Sekolah di Kabupaten Tangerang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Terdampak Banjir, 15 Sekolah di Kabupaten Tangerang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Bencana banjir di Kabupaten Tangerang rendam pemukiman warga

KAB. TANGERANG – Bencana banjir di Kabupaten Tangerang berdampak pada aktivitas pembelajaran siswa. Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 15 sekolah jenjang SD dan SMP terendam banjir.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

“Kepala Dinas sudah mengeluarkan surat edaran untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir,” ujar Agus saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, 15 sekolah tersebut terdiri dari 12 sekolah dasar (SD) dan 3 sekolah menengah pertama (SMP) yang berada di wilayah Tangerang Utara, seperti Kecamatan Pakuhaji, Kosambi, dan Kresek.

Selain menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa, Dindik juga meminta para guru menerapkan sistem kerja Work From Anywhere (WFA). Meski demikian, pihak sekolah tetap diwajibkan mengatur jadwal piket untuk memantau kondisi sekolah.

“Guru sudah WFA, tetapi tetap dibuatkan jadwal piket agar sekolah tidak kosong sama sekali,” jelasnya.

Agus menyebut, kebijakan pembelajaran jarak jauh diambil sebagai langkah antisipasi karena sejumlah bangunan sekolah sudah berusia tua dan dikhawatirkan tidak aman jika dipaksakan untuk kegiatan belajar tatap muka.

“Kami khawatir jika dipaksakan belajar di sekolah, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti atap bocor atau kerusakan bangunan lainnya, mengingat usia beberapa sekolah sudah cukup tua,” ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa ke depan, Dindik Kabupaten Tangerang berencana melakukan langkah mitigasi, salah satunya dengan pembangunan sumur resapan di sekolah-sekolah yang kerap terdampak banjir.

“Kami akan membuat biopori atau bioring untuk meningkatkan serapan air, serta menormalisasi saluran-saluran air di sekitar lingkungan sekolah,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemprov Klaim Komitmen Lakukan Penguatan Stabilitas dan Kinerja Bank Banten

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo