KAB. SERANG — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat Pemkab Serang menyiapkan kebijakan pembelajaran daring bagi sekolah di tujuh kecamatan terdampak abu vulkanik.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pemerintah akan mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara online untuk menjaga keselamatan pelajar di tengah sebaran abu vulkanik.
Tujuh kecamatan tersebut yakni Anyar, Cinangka, Pabuaran, Baros, Ciomas, Padarincang, dan Mancak.
“Selain itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah direncanakan untuk dialihkan secara daring (online) bagi tujuh kecamatan yang terdampak,” kata Zakiyah, Minggu (6/9/2026).
Zakiyah mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan menerbitkan surat edaran (SE) sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut.
“Rencananya besok (Senin, 7 September 2026) saya akan buat SE-nya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, juga meminta pelajar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama abu vulkanik masih menyebar.
Ati mengingatkan pelajar menggunakan masker dan kacamata saat harus beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, paparan debu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, termasuk memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kami mengimbau seluruh pelajar untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, pakai masker dan kacamata, karena debu vulkanik ini cukup berbahaya dan bisa menyebabkan ISPA,” kata Ati.
Kebijakan pembelajaran daring tersebut menjadi langkah Pemkab Serang untuk mengurangi paparan abu vulkanik terhadap pelajar sekaligus menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Wahyudin
