Beranda Olahraga Terapkan Sanksi, KONI Cilegon Setop Rangkap Jabatan Pengurus Cabor

Terapkan Sanksi, KONI Cilegon Setop Rangkap Jabatan Pengurus Cabor

Ketua KONI Cilegon, Abdul Salam Salim. (Gilang)

CILEGON – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon, Abdul Salam Salim secara tegas mengungkap bahwa pihaknya telah menerapkan kebijakan baru terhadap kepengurusan 48 cabang olahraga (cabor) binaan di era kepemimpinannya. Kebijakan itu nantinya menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Cilegon pada Sabtu (5/6/2021) besok.

Abdul Salam melarang adanya rangkap jabatan kepengurusan di semua cabor. Menurutnya kebijakan tersebut bukan tanpa alasan, lantaran dengan memimpin satu cabor saja, pengurus dipandang tidak mudah untuk meraih prestasi mengingat kompetisi yang ketat.

“Jadi satu orang itu tidak boleh lagi memimpin lebih dari satu cabor, karena sekarang itu ada satu orang yang sampai memimpin tiga cabor. Dan saya tegaskan kebijakan itu bukan berdasarkan aturan AD/ART yang ada, tapi kebijakan saya sebagai pimpinan yang melihat hal ini tidak efektif. Bayangkan saja kalau itu terjadi, bagaimana dia bisa bertanggungjawab agar cabor yang dipimpinnya akan meraih prestasi,” ujarnya kepada BantenNews.co id, Jumat (4/6/2021).

Salam tak menampik, kendati langkahnya itu diapresiasi oleh sejumlah pengurus cabor, namun di sisi lain masih terdapat sejumlah pengurus cabor lainnya yang belum menggubris dengan bersikukuh tetap menjadi pengurus di beberapa cabor.

“Memang selama ini mereka santai, kebijakan itu dianggap sepele karena memandang tidak ada sanksi yang diatur dalam AD/ART KONI soal rangkap jabatan pengurus di beda cabor. Tapi saya tegaskan lagi, selama itu tidak ada perubahan, saya tidak akan pernah transfer anggaran pembinaan ke cabor tersebut, karena ini adalah uang masyarakat dan KONI punya tanggungjawab moral untuk itu,” jelasnya.

Diterangkan, anggaran pembinaan kepada cabor tersebut selama ini diserahkan dalam dua termin di setiap tahun. “Pada tahap awal (penyerahan anggaran-red) pembinaan saja tidak saya transfer. Karena semenjak Januari saya dilantik, kebijakan itu langsung saya terapkan. Termin berikutnya Juli nanti,” katanya.

Lebih jauh, Salam mengungkap dalam raker tersebut juga akan dibahas kebijakan larangan bagi jabatan struktur kepengurusan lainnya untuk dapat melakukan hal yang sama.

“Jadi itu akan berlaku sama dalam struktur kepengurusan, Ketua, Sekretaris dan Bendahara, dia tidak boleh lagi menjabat jabatan yang sama atau berbeda di cabor lain. Saya ingin keuangan cabor digarap secara transparan dan akuntabel, dan kita juga sudah siapkan aplikasi ke arah itu agar bisa diketahui masyarakat, dan mudah-mudahan teman-teman bisa saling mendukung, supaya prestasi bisa kita raih,” katanya.

Salam membantah bila minimnya SDM di setiap cabor menjadi alasan sehingga orang yang sama menjabat di kepengurusan sejumlah cabor. “Semua cabor itu ada SDM-nya. Pelatih yang berkualitas ada, termasuk pengurus yang betul-betul paham di bidangnya itu juga ada. Saya ingin semua pengurus benar-benar fokus dalam menghadapi Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Banten,” ujarnya.

Ketua KONI Cilegon, Abdul Salam Salim saat meninjau atlet cabor esport. (Ist)

Pada bagian lain, KONI Cilegon mencatat sejumlah cabor unggulan yang dinilai berpeluang mengharumkan nama daerah. Di antaranya yakni Dayung, Futsal, Tinju, Atletik dan Kempo. Dalam raker tersebut, KONI juga akan mengumumkan penambahan sejumlah cabor binaan lainnya di antaranya yakni esport, Selam, Layar Ombak.

“Kami juga mencatat prestasi yang meraih emas, perak dan perunggu pada Porprov lalu. Berikut cabor masyarakat seperti Sepakbola, Voli dan Basket, termasuk cabor yang sifatnya kita masih lakukan pembinaan saja namun belum ada prestasi,” tandasnya. (dev/red)