Beranda Pilkada Serentak 2020 Tepis Anggapan Borong Partai, Irna-Tanto Berharap Tidak Lawan Kotak Kosong

Tepis Anggapan Borong Partai, Irna-Tanto Berharap Tidak Lawan Kotak Kosong

Irna Narulita memberi keterangan kepada wartawan. (Mir/bantennews.co.id)

SERANG – Pasangan bakal calon (balon)  Bupati-Wakil Bupati Pandeglang, Irna Narulita-Tanto W Arban tak ingin melawan kotak kosong pada kontestasi Pilkada Serentak Kabupaten Pandeglang 2020 nanti. Pasangan itu juga menepis anggapan borong partai.

Diketahui, saat ini pasangan Irna-Tanto setidaknya telah mendapatkan tujuh dukungan partai politik (parpol), diantaranya, Golkar, PKS, Demokrat, PAN, NasDem, PBB dan terakhir PDIP.

Balon Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, pihaknya tidak bisa menghalangi ataupun mencegah keputusan DPP parpol yang telah memberikan dukungan kepada pasangan Irna-Tanto. Di sisi lain, dirinya juga menginginkan pada pilkada nanti terdapat kompetitor.

“Politik itu dinamis. Itu choice (pilihan) partai. Dan partai punya survey bro, mereka melihat Irna-Tanto kerjanya benar ngga. Jangan sampai gua dukung (calon) yang ngga punya kans menang, repot dong. Mending ke incumbent (petahana)  bangun Pandeglang. Kasarnya begitu,” kata Irna, Selasa (25/8/2020).

Terkait masih ada upaya lobi-lobi politik, Irna menilai, hal itu merupakan sebuah kewajaran dalam melakukan komunikasi politik.

“Itu (komunikasi) ngga boleh macet. Kita harus diback up. Beda kalau pikirannya pendek banyak musuh, dan seribu teman dirasa masih kurang. Dan jangan gagap, harus terbuka,” katanya.

Irna juga berharap, nama-nama calon kompetitor yang beredar akan ikut meramaikan Pilkada Pandeglang 2020.

“Ada Kak Toni Fatoni Mukson, dan saya pikir Jamrud (Krisyanto) juga bisa ikut. Biar bisa tiga. Semoga saja. Tinggal nanti masyarakat yang memilih,” jelasnya.

“Ini kan belum final, pendaftaran kan 4 sampai 6 September. Kita tunggu saja. Intinya kami berharap tidak ada kotak kosong supaya (pilkada) lebih berwarna,” sambungnya.

Saat disinggung dua parpol yang belum menentukan pilihan, Irna mengaku, pihaknya masih terus melakukan komunikasi politik dengan Gerindra dan PKB. “Masih berjalan. Istilahnya, kita menjual visi misi kita. Apa yang kita lakukan lima tahun ini di Pandeglang. Dan kita berharap dengan indikator itu bisa menjadi tolok ukur,” ujarnya.

Balon Wakil Bupati Pandeglang, Tanto W Arban menilai, setiap parpol memiliki mekanisme partai sendiri.

“Jadi bukan asal memilih calon. Contoh PDIP melakukan survey, artinya masing-masing parpol mempunyai penilaian objektif,” kata Tanto.

Lebih lanjut, Tanto mengungkapkan, pihaknya tetap melakukan komunikasi dengan parpol lainnya tang belum mengeluarkan dukungan kepada nama-nama bakal calon kepala daerah yang ada. “Kita akan jalin komunikasi dengan Gerindra dan lainnya. Karena komunikasi ini kan dibangun dari nol. Seperti saya kader Golkar, tapi tetap mengikuti mekanisme, survey dulu. Kalau bagus diberi surat tugas,” ungkapnya.(Mir/Red)