Beranda Kesehatan Tekanan Darah Mulai Naik, Penyakit Berat Mengintai Anak-anak di Kota Serang

Tekanan Darah Mulai Naik, Penyakit Berat Mengintai Anak-anak di Kota Serang

Ilustrasi memilih jajanan yang aman bagi siswa. (Ist)
SERANG – Masalah kesehatan yang selama ini identik dengan orang dewasa mulai ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan anak-anak di Kota Serang. Ratusan siswa terdeteksi memiliki tekanan darah di atas normal saat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Temuan itu muncul setelah petugas kesehatan memeriksa siswa di 31 satuan pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Serang Kota. Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 716 siswa masuk kategori prehipertensi.
Angka tersebut menjadi sinyal bagi orang tua untuk tidak menganggap remeh kondisi kesehatan anak. Sebab, tekanan darah yang terus berada di atas normal dapat menjadi salah satu faktor risiko gangguan kesehatan di kemudian hari.
Meski demikian, petugas kesehatan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tersebut belum dapat digunakan untuk menyatakan ratusan siswa itu menderita hipertensi.
Kepala UPTD Puskesmas Serang Kota Ima Hikmah mengatakan petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah hingga tiga kali untuk memastikan hasil pengukuran.
“Pemeriksaan itu sudah tiga kali, ternyata memang tensinya lebih dari 120/80. Ada yang kita temukan 130/90,” kata Ima, Jumat (18/9/2026).
Tekanan Darah Tinggi Tidak Boleh Diabaikan
Ima menjelaskan petugas tidak serta-merta menetapkan diagnosis hipertensi hanya berdasarkan satu hasil pemeriksaan.
Berbagai kondisi dapat memengaruhi tekanan darah anak ketika petugas melakukan pemeriksaan. Karena itu, petugas melakukan pengukuran ulang sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kalau memang hasilnya masih tinggi, kita konsultasikan ke dokter. Jadi tidak langsung kita simpulkan hipertensi,” ujarnya.
Setelah menemukan hasil tekanan darah yang tinggi, petugas mengarahkan siswa untuk menjalani pemeriksaan ulang di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Dokter kemudian mengevaluasi hasil pemeriksaan tersebut dan menentukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing anak.
Langkah tersebut menjadi penting karena deteksi dini memungkinkan tenaga kesehatan memantau kondisi anak sebelum masalah kesehatan berkembang lebih jauh.
716 Anak Jadi Alarm bagi Orang Tua
Temuan 716 siswa dengan tekanan darah di atas normal tidak serta-merta menunjukkan bahwa anak-anak tersebut mengidap penyakit berat.
Namun, angka tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan anak membutuhkan perhatian lebih dari sekadar melihat kondisi fisiknya.
Ima mengingatkan orang tua agar tidak menilai kesehatan anak hanya berdasarkan bentuk tubuh.
Anak yang terlihat kurus, misalnya, belum tentu terbebas dari masalah kesehatan. Sebaliknya, kondisi tubuh yang tampak normal juga tidak selalu menggambarkan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.
“Kadang anaknya kurus, tapi bukan berarti tidak ada risiko. Jadi pola makan tetap harus diperhatikan,” kata Ima.
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kebiasaan makan dan minum anak sejak dini.
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula serta garam tinggi perlu dikurangi. Orang tua juga perlu memperhatikan jajanan yang anak konsumsi ketika berada di sekolah.
Pola makan yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan anak sekaligus membantu membentuk kebiasaan hidup sehat hingga dewasa.
Gula Darah Belum Menunjukkan Temuan Mengkhawatirkan
Selain mengukur tekanan darah, petugas CKG juga memeriksa kadar gula darah sewaktu (GDS) para siswa.
Hingga pemeriksaan yang telah dilakukan, petugas belum menemukan siswa dengan hasil GDS di atas batas normal.
Meski hasil tersebut belum menunjukkan temuan serupa pada pemeriksaan gula darah, orang tua tetap perlu menjaga pola makan anak.
Konsumsi minuman manis dan jajanan dengan kandungan gula tinggi perlu mendapat perhatian. Begitu pula makanan dengan kandungan garam tinggi yang dikonsumsi terlalu sering.
Pengawasan tidak hanya perlu dilakukan di rumah. Orang tua juga perlu mengetahui jenis makanan dan minuman yang biasa dibeli anak ketika berada di sekolah.
CKG Belum Menjangkau Semua Sekolah
Program CKG di wilayah kerja Puskesmas Serang Kota masih berlangsung.
Dari total 38 satuan pendidikan yang menjadi sasaran, petugas telah memeriksa 31 satuan pendidikan. Sasaran tersebut terdiri atas 35 sekolah negeri, dua pondok pesantren, dan satu sekolah luar biasa (SLB).
Masih ada tujuh satuan pendidikan yang belum menjalani pemeriksaan.
Petugas akan melanjutkan pemeriksaan untuk menjangkau seluruh sasaran tersebut. Program ini diharapkan membantu tenaga kesehatan menemukan masalah kesehatan sejak dini.
Bagi anak yang menunjukkan hasil pemeriksaan di luar batas normal, tenaga kesehatan dapat memberikan arahan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Jangan Tunggu Anak Mengeluh
Temuan ratusan siswa dengan tekanan darah di atas normal memberikan satu pesan penting bagi orang tua: kesehatan anak tidak cukup dipantau ketika mereka sudah mengeluh sakit.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan mengetahui kondisi anak lebih awal.
Di sisi lain, hasil CKG juga menunjukkan bahwa satu kali pemeriksaan belum tentu cukup untuk menentukan diagnosis. Tenaga kesehatan tetap membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan evaluasi dokter sebelum menyimpulkan kondisi seorang anak.
Karena itu, orang tua tidak perlu panik ketika anak mendapatkan hasil pemeriksaan yang berada di atas normal. Namun, orang tua juga tidak boleh mengabaikannya.
Memantau tekanan darah, memperbaiki pola makan, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta garam, serta mengikuti anjuran pemeriksaan lanjutan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan anak.
Di Kota Serang, temuan 716 siswa dengan tekanan darah di atas normal setidaknya menjadi pengingat bahwa penyakit yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa juga perlu mendapat perhatian sejak usia sekolah.
Tim Redaksi