CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana merelokasi warga Kecamatan Pulomerak yang tinggal di sekitar tebing berbatu ke permukiman yang lebih aman. Langkah ini diambil setelah dua rumah warga di Lingkungan Batu Bolong, Kelurahan Lebakgede, rusak akibat tertimpa batu besar yang jatuh dari tebing pada Rabu (12/11/2025).
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan bahwa dirinya telah meninjau langsung lokasi kejadian. Ia menilai pemukiman yang berada tepat di dekat tebing berbatu sangat berisiko dan tidak layak dihuni dalam jangka panjang.
“Kemarin melihat kondisi memang ada kekhawatiran. Makanya saya melempar ke masyarakat, kalau direlokasi mau nggak? Itu langkah yang harus kita lakukan kalau semuanya setuju,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Hingga kini, rencana relokasi masih berupa ajakan. Pemerintah menunggu respons dari warga sebelum melangkah lebih jauh.
“Tapi pemerintah juga punya tanggung jawab memastikan mereka aman. Kalau nanti masyarakatnya mau, tinggal kita cari tahapannya seperti apa. Lokasi itu kan tebing batu, bukan tanah. Batu itu lebih mengkhawatirkan, apalagi kalau terjadi gempa,” sambungnya.
Robinsar menegaskan bahwa Pemkot Cilegon siap mencarikan lahan hunian yang lebih aman apabila warga bersedia direlokasi.
“Sudah kita data rumah-rumah di sana. Pak Lurah, Camat, RT, dan RW sudah kita komunikasikan. Kalau memang bersedia, segera kita lakukan langkah-langkah. Kemarin yang baru terdata ada 8 KK, tapi total rumahnya sekitar 30. Yang berada tepat di tebing ada 8,” jelasnya.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
