Beranda Hukum Tawuran, Siswa SMK di Tangsel Meregang Nyawa

Tawuran, Siswa SMK di Tangsel Meregang Nyawa

Ilustrasi - foto istimewa google.com

TANGERANG SELATAN – Siswa SMK Sasmita Jaya Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jadi korban tawuran pelajar. Siswa Kelas III Jurusan Teknik Jaringan Komputer SMK Sasmita Jaya Pamulang, Muhammad Kindy meregang nyawa dengan kondisi penuh luka bacok dan tusuk.

Pada 7 Agustus 2018, Ahmad Fauzan, siswa Kelas XII SMK Sasmita Jaya Pamulang juga menjadi korban tawuran.

Pembina OSIS SMK Sasmita Jaya 2 Pamulang, Kisnandar mengatakan saat kejadian korban dalam kondisi libur sekolah. Karena para guru dan siswa Kelas 2 sedang kunjungan industri, di Bandung, Cikarang dan Bekasi.

“Lalu ada telepon dari Polsek Pesanggrahan ke sekolah. Dia menginformasikan ada anak Sasmita meninggal. Saat ditanya penyebabnya apa? Katanya tawuran,” kata Kisnandar kepada wartawan yang dikutip sindonews.com, Kamis (1/11/2018).

Kisnandar pun mengaku pihaknya tidak bisa mengontrol kegiatan siswa di luar jam sekolah. Apalagi, kegiatan tawuran siswa yang memang sering terjadi itu, selalu dilakukan di luar kegiatan belajar mengajar.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Maulana mengatakan, tawuran kedua kelompok pelajar itu terjadi antara siswa SMK Sasmita Jaya Pamulang yang bergabung dengan SMA Averus, melawan SMK 12 Tangerang.

“Jadi, siswa SMA Sasmita Jaya Pamulang ini dihubungi oleh beberapa rekannya melalui akun Instagram oleh siswa Sekolah Averus Pondok Pinang, untuk tawuran dengan siswa SMK 12 Tangerang,” jelasnya.

Akhirnya, sejumlah siswa SMK Sasmita Jaya Pamulang datang dan tawuran terjadi di Kolong Deplu Raya Bintaro, Jakarta Selatan. Tawuran berlangsung singkat, tidak lebih dari 10 menit, dan korban terjatuh.

“Saat korban terjatuh itulah, korban dihujani senjata tajam hingga mengalami luka serius, di sekujur tubuhnya. Korban tewas ketika dibawa ke rumah sakit, dan saat ini jenazahnya sudah dimakamkan,” paparnya.

Sebanyak 36 pelajar dari tiga sekolah, yakni SMK Sasmita Jaya Pamulang, SMK 12 Tangerang dan SMK Averus telah diamankan. Namun, pelaku tawuran masih belum ditetapkan. (red)