Beranda Peristiwa Tata Kelola Wisata Pantai Pasir Putih Semrawut

Tata Kelola Wisata Pantai Pasir Putih Semrawut

115
0
Foto istimewa Net1 Indonesia

LEBAK – Insiden meninggalnya tiga wisatawan di Pantai Pasir Putih (Pasput), Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, menunjukkan tata kelola kawasa wisata Pantai Pasput semrawut. Ketiadaan papan peringatan bahaya di kawasan wisata ini jadi sorotan banyak pihak. Selain tidak terkelola dengan baik, tarif ke kawasan wisata ini juga jadi sorotan.

Yeni Mulyani, Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lebak selatan angkat bicara soal ketiadaan rambu peringatan bahaya di Pantai Pasput padahal pengelola di kala musim berlibur menetapkan tarif kunjungan di area tersebut.

“Pada prinsipnya, pengelola destinasi wisata itu harus memasang rambu-rambu peringatan bahaya di area-area yang berpotensi terjadi kecelakaan laut saat pengunjung ingin berenang, serta penetapan tarif rektribusi tersebut harus disertai dengam jaminan asuransi kecelakaan,” katanya, Jumat (13/7/2018).

Menurutnya, tidak dibenarkan jika penarikan tarif kunjungan dan parkir di kawasan wisata tidak memperhatikan legal formal penentuan tarif. Penetuan tarif masuk pengunjung tersebut harus mengacu dan memperhatikanĀ  Perda Retribusi , Perdes dan turunan peraturan lainnya.

“Jika tidak memperhatikan hal-hal tersebut bisa di sebut operasi tersebut ilegal dan tarif yang dikenakan kepada pengunjung bisa dianggap pungli,” ujarnya.

Sementara pemerintah Desa Ciparahu, membenarkan banyaknya pengaduan soal penentuan tarif retribusi masuk kepada wisatawan yang tidak mengantongi ijin dan legal formal dari pemerintah setempat. Serta ketiadaan plang rambu peringatan bahaya di area wisata.

“Di kawasan wisata Pantai Pasput tersebut dikelola oleh perorangan yaitu pemilik lahan masing-masing. Selama ini belum ada koordinasi pengelolaan wisata baik itu naungan hukum perdes. Mereka mengelola sendiri,” kata Ea Supena, Sekretaris Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara. (Tra/Ali/Red)