Beranda Pemerintahan Target Pendapatan APBD Perubahan Banten Diusulkan Turun Rp1,6 Triliun

Target Pendapatan APBD Perubahan Banten Diusulkan Turun Rp1,6 Triliun

374
0
Kabid Pendapatan Bapenda Provinsi Banten, Abadi Wuryanto saat dikonfirmasi wartawan.(iyus/BantenNews.co.id)

 

SERANG – Usulan target pendapatan daerah Pemprov Banten pada APBD Perubahan 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 1,6 triliun dibanding target pada APBD murni sebesar Rp 7,7 tilium menjadi Rp 6,1 triliun. Penurunan target tersebut disebabkan adanya pandemi Covid-19.

Diketahui, selama pandemi Covid-19 pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) mengalami penurunan sebesar 70 persen dimana penerimaan pajak pendapatan per hari berkisar antara Rp 7 miliar hingga Rp 8 miliar dibandingkan sebelum pandemi dimana pemasukan kas daerah sebesar Rp 20 miliar hingga Rp 22 miliar per hari.





Kabid Pendapatan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Abadi Wuryanto mengatakan, target usulan untuk APBD perubahan sebesar Rp 6,1 triliun.

“Itu pajak daerahnya. Kita pendapatan (turun) sangat drastis. Wabah Covid-19 penurunan sampai 30 persen dari (target) murni,” kata Abadi saat dihubungi, Sabtu (4/7/2020).

Meski begitu, Abadi mengaku, pihaknya optimis dengan kebijakan kenormalan baru (new normal) sektor pendapatan dari sektor pajak kembali meningkat. Bahkan untuk upaya itu, Bapenda juga mengeluarkan kebijakan penghapusan denda pajak hingga 31 Agustus 2020.

“Termasuk biaya balik nama, ganti warna, bentuk kita bebaskan. Dan juga tarif progresif pembelian kendaraan juga kita longgarkan. Selain itu kita juga sudah buka semua gerai samsat,” ujarnya.

Saat ditanya pendapatan organisasi perangkat daerah (OPD), Abadi mengungkapkan, sektor pendapatan dari OPD penghasil hanya memiliki kontribusi sebesar 0,058 persen dari total target pendapatan.

“OPD penghasil kita kecil (kontribusi), dan sumbangsihnya hanya 0,058 persen dari target Rp 6,1 triliun. Yah sekitar Rp 20 miliaran,” ungkapnya. (Mir/Red)